Berhasil Diterima Lima Indeks BEI - Saham Bukalapak Jadi Perburuan Investor Asing

NERACA


Jakarta – Masuknya saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dalam lima indeks sekaligus mendorong perburuan investor di pasar modal terhadap saham BUKA cukup tinggi, termasuk investor asing. Sebagaimana diketahui, PT Bursa efek Indonesia (BEI) telah melakukan evalausi fast entry indeks sebutannya. Hasilnya, efek bersifat ekuitas PT Bukalapak.com Tbk masuk dalam lima indeks sebutan regulator bursa yang berlaku sejak 29 September 2021 hingga Januari 2022.

Seperti dikutip dalam laman PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, kemarin disebutkan, saham BUKA memilik rasio saham beredar 41,44 % atau 13 besar dari sisi hasil evaluasi. Kemudian nerdasarkan hasil evaluasi atas indeks tersebut, disampaikan daftar dan jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks: IDX30, LQ45, IDX80, JII, dan JII70.

Rincinya, pada IDX30 atau indeks 30 saham dengan likuiditas terbesar dibursa, BUKA mendepak TKIM ( PT Pabrik Tjiwi Kimia Tbk), sedangkan pada indeks LQ45, BUKA mendepak SMRA(PT Summarecon Agung Tbk). Pada indeks IDX80 yang terdepak oleh saham teknologi ini adalah LINK(PT Link Net). Pada indeks Jakarta Islamic Indeks (JII), BUKA mendepak AKRA(PT AKR Corporindo Tbk(. BUKA juga mendepak ULTJ (PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk) pada JII70.

Kata analis Sucor Sekuritas, Paulus Jimmy seperti dikutip bisnis, masuknya saham BUKA ke lima indeks menjadi katalis positif sehingga akan ada inflow. Dimana aliran dana atau inflow asing akan mengalir deras ke emiten teknologi tersebut. Pasalnya Bukalapak telah diterima masuk dalam kelima indeks yang prestisius.

Jimmy menambahkan, hal itu mulai terlihat pada pembukaan perdagangan di hari ini. Secara teknikal, lanjutnya, pergerakan saham BUKA menunjukkan gap up. Gap up adalah fenomena lonjakan pada harga pembukaan sesi berikutnya sehingga terdapat kesenjangan dengan harga tertinggi pada sesi sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (23/9) pukul 13.30 WIB, saham BUKA naik 5,29% atau 45 poin menjadi Rp895. Investor asing mencatatkan net buy Rp93,71 miliar. Sebulan terakhir, investor asing mencatatkan net buy Rp1,05 triliun. “Hal yang menarik diperhatikan, investor asing rajin akumulasi saham BUKA setelah bantingan di awal-awal itu,” ungkapnya.

Menurut Jimmy, saham emiten teknologi itu kini sedang bagus karena ditopang sentimen global. Misalnya kasus evergrande yang mulai reda dan keputusan The Fed terkait tapering. Meski demikian dirinya berharap investor memperhatikan laporan keuangan Bukalapak pada kuartal III/2021 mendatang. Pasalnya perseroan baru saja mendapatkan dana segar hasil penawaran saham pada periode yang sama. Oleh sebab itu dia memperkirakan hasil laporan keuangan kuartal III/2021 dan kuartal IV/2021 akan bagus.

Sementara analis Artha Sekuritas, Dennies Christoper seperti dikutip bisnis, juga menegaskan,  masuknya saham BUKA tidak tidak serta-merta mendorong Indeks LQ45 untuk bergerak naik. Indeks LQ45 pada perdagangan Kamis (23/9), ditutup naik 0,39% atau 3,33 poin menjadi 865,51. Namun, sepanjang 2021, Indeks LQ45 masih terkoreksi 9,72%.

Menurutnya, masuknya BUKA ke dalam indeks ini malah bertolak belakang dengan tujuan awal pembentukan Indeks LQ45, yang berisikan saham dengan likuiditas dan fundamental yang baik. "Justru ini bertolak belakang dengan tujuan awal pembentukan index LQ45, yang seharusnya berisikan saham-saham dengan likuiditas yang baik dan fundamental yang baik juga,"ujarnya.

BERITA TERKAIT

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…