Aksi Beli Investor Topang Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis (23/9) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat, diiringi aksi beli oleh investor asing. IHSG menguat 34,45 poin atau 0,56% ke posisi 6.142,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,33 poin atau 0,39% ke posisi 865,51.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, kemarin menjelaskan, pergerakan pasar saham Asia bergerak di jalur menguat. Hal ini seiring adanya komunikasi The Fed yang dinilai oleh pelaku pasar dan investor lebih baik dalam memberi sinyal akan dilakukan tapering sejak jauh hari sehingga ini memberikan transparansi dan ketenangan bagi pasar.

Selain itu, sentimen positif lainnya yaitu meredanya ketegangan seputar raksasa pengembang properti China, Evergrande Group. Evergrande setuju untuk menyelesaikan pembayaran bunga pada obligasi domestik, sementara Bank Sentral China menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem perbankan. Sementara dari dalam negeri, dukungan sentimen eksternal dan meningkatnya realisasi penerimaan pajak memberikan katalis positif bagi IHSG.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan, realisasi penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2021 sebesar Rp741,3 triliun atau tumbuh 9,5% dibandingkan Agustus 2020. Realisasi tersebut setara dengan 60,3% dari pagu Rp1.229,59 triliun dan menunjukkan angka perbaikan seiring dengan penerapan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang makin menurun.

Dengan demikian defisit APBN hingga akhir Agustus 2021 mencapai Rp383,2 triliun. Defisit tersebut setara dengan 2,32% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal itu menunjukkan kondisi keuangan negara berangsur-angsur mengalami perbaikan. Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi yaitu 2,19%, diikuti sektor teknologi dan sektor keuangan masing-masing 1,77% dan 1,29%. Sedangkan enam sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu 1,96%, diikuti sektor perindustrian dan sektor infrastruktur masing-masing turun 1,33% dan 0,77%.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp871,18 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.513.627 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,28 miliar lembar saham senilai Rp13,27 triliun. Sebanyak 260 saham naik, 257 saham menurun, dan 146 tidak bergerak nilainya.

BERITA TERKAIT

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…