Dongkrak Kinerja - Alkindo Tingkatkan Produksi Brown Paper

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan kinerja keuangan, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) tingkatkan kapasitas produksi pengelolahan sampah kertas. Dimana bahan baku kertas yang digunakan oleh perseroan merupakan kertas coklat yang dikenal sebagai produk recycled paper yang ramah lingkungan. Melalui anak usahanya, PT Eco Paper Indonesia (ECO) mencatatkan pengolahan kertas bekas atau daur ulang yang dijadikan bahan baku mencapai 100 ribu ton pertahunnya.

Presiden Direktur ALDO, H. Sutanto dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, perseroan melihat pertumbuhan bisnis akan didominasi oleh segmen paper karena meningkatnya tren belanja online serta food delivery yang mendorong penggunaan packaging yang lebih sustainable serta dukungan dari pemerintah.

Oleh karena itu, perseroan melakukan strategi pengembangan usaha oleh untuk masuk ke pasar tas berbahan baku kertas atau paper bag serta paper box ke sektor FMCG, food and beverages (F&B) dan  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tumbuh signifikan di masa pandemi. “Seiring dengan pertumbuhan tersebut, ALDO juga berkomitmen untuk memasukkan unsur-unsur lingkungan dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari tumbuh kembang dan nilai-nilai perusahaan kedepannya.”ujarnya.

Melihat momentum di tahun 2021, dimana penggunaan kertas putih semakin berkurang karena majunya teknologi dan tren paperless yang berkembang, ALDO melihat brown paper sebagai produk recycled paper yang ramah lingkungan. Saat ini untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kertas coklat, ALDO mendapatkannya dari pasar lokal dan impor, dimana komposisinya sekitar 50% dari impor dan 50% lainnya dari pasar lokal.

Menurut data Kementerian Linkungan Hidup (KLHK) tahun 2020, Indonesia menghasilkan 34,5 juta ton sampah pertahunnya, dan 12% nya merupakan sampah kertas/karton. Dari angka tersebut, 43% nya masih belum terkelola dan menjadi limbah yang merusak lingkungan. Dalam usaha mengurangi masalah sampah di dalam negeri, ALDO sendiri telah mulai berpartisipasi dengan menggandeng masyarakat sekitar pabrik menjadi pengepul sampah kertas yang nantinya akan dibeli menjadi bahan baku produksi Perusahaan.

Sutanto menambahkan, Eco Paper sendiri adalah perusahaan pengolahan sampah kertas untuk menghasilkan produk yang punya nilai tambah. Berangkat dari kebutuhan sampah kertas yang dibutuhkan ECO Paper, ALDO memberdayakan masyarakat lokal sebagai pemasok bahan baku kertas daur ulang. Saat ini hasil pemberdayaan tersebut, telah berkontribusi sekitar 5% dari total bahan baku yang dikelola oleh ECO Paper.

Ke depan, ALDO akan terus meningkatkan kontrobusi lokal, karena selain memberikan dampak yang positif untuk lingkungan, juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui atau yang biasa disebut sebagai ekonomi sirkular. Sebagai informasi, sampai semester 1-2021, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp669,8 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 28,9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, dimana kontribusi terbesar penjualan perseroan berasal dari segmen paper yaitu mencapai Rp446,7 miliar, atau sebesar 67% dari total penjualan perusahaan.

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…