Bank Capital Gelar Right Issue - Dua Investor Nyatakan Siap Serap Saham

NERACA

Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) akan melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue, dengan melepas sebanyak 20 miliar saham biasa bernomimal Rp100 per lembar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sampai saat ini, PT Inigo Global Capital selaku pemegang 14,71% porsi saham BACA telah menyatakan akan menyerap HMETD sesuai porsinya. Usai right issue, porsi saham milik Inigo Global Capital akan meningkat menjadi 29,65%. Langkah yang sama juga dilakukan PT Delta Indo Swakarsa selaku pemegang 13,96% porsi saham BACA juga akan menyerap HMETD miliknya. Sehingga porsi sahamnya akan meningkat menjadi 28,14%.

Sedangkan porsi saham masyarakat akan susut menjadi 36,21% dari kondisi saat ini yang sebesar 59,92%. Begitu pula porsi kepemilikan Asuransi Simas Jiwa susut menjadi 6,01% dari 11,41%. Asal tahu saja, pada aksi korporasi tersebut, setiap pemegang saham perseroan dalam daftar pemegang saham pada pukul 15.00 WIB tanggal 22 Oktober 2021 akan mendapatkan 1 HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu). Selanjutnya, 1 HMETD dapat ditebus ddengan harga pelaksanaan mulai tanggal 26 Oktober hingga 2 November 2021.

Di semester pertama 2021, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp11,60 miliar. Laba tersebut turun 77,68% dibandingkan dengan laba pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp51,98 miliar. Bank Capital tetap dapat mencetak laba bersih, meski pendapatan bunga bersihnya tercatat minus. Pendapatan bunga per 30 Juni 2021 tercatat Rp460,42 miliar, atau turun 40,4% secara yoy. Sementara beban bunga Bank Capital sebesar Rp699,29 miliar, atau naik 36,87% yoy.

Alhasil, pendapatan bunga bersih pada semester I/2021 tercatat minus Rp238,87 miliar. Meski ada penurunan pendapatan bunga, BACA ini mencatat kenaikan jumlah penghasilan operasional lainnya sebesar 176% yoy, dari Rp177,49 miliar menjadi Rp491,10 miliar. Peningkatan pendapatan tersebut berasal dari keuntungan atas transaksi efek-efek yang diperdagangkan naik signfikan dari Rp858 juta menjadi Rp33,67 miliar.

Selain itu, ada peningkatan signifikan dari komponen pendapatan lain-lain yang melesat 170% yoy menjadi Rp454,17 miliar. Adapun, pemulihan dari kerugian penurunan nilai atas aset keuangan sebesar Rp8,30 miliar. Selanjutnya, beban operasional meningkat 31% yoy menjadi Rp241,50 miliar.

 

BERITA TERKAIT

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…