PON Papua Munculkan UMKM Lokal Unggulan

NERACA

Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyambut antusias persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Hal tersebut lantaran, kegiatan PON XX Papua 2021 merupakan ajang yang sangat tepat untuk memberikan panggung bagi putra-putri terbaik Papua, dari sisi prestasi olahraga hingga produk kebanggaaan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal. 

“Papua memiliki beragam narasi yang sangat kaya dan produk yang potensial. Besar harapan saya, momen PON Papua 2021 ini dapat kita optimalkan untuk memunculkan UMKM lokal unggulan Papua agar berjaya di dalam negeri, serta siap bersaing di pasar ekspor,” ujar Teten. 

Tidak hanya itu, Teten juga berharap PON XX Papua 2021 ini dapat menjadi pembuka dalam sinergi antara Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM), Smesco Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Papua dalam mendorong digitalisasi pelaku UMKM Papua, dari Mama-mama pedagang pasar, hingga kurasi produk UMKM lokal Papua. 

Smesco Indonesia sendiri sedang membangun ekosistem transformasi UKM masa depan, salah satunya Smesco Hub Timur yang tentu diharapkan dapat menjadi solusi logistik UMKM di Papua, dukungan ekspor, pembiayaan, dan bentuk pendampingan lainnya. Papua juga memiliki bibit unggul di bidang ekonomi kreatif. 

“Generasi muda kreatif inilah yang nantinya akan menjadi kunci dalam melahirkan pewirausaha berbasis kreativitas dan teknologi ke depannya,” kata Teten. 

Lebih lanjut, Teten mengatakan, “PON XX Papua 2021 sekaligus dapat menjadi momentum untuk para pelaku UMKM Papua terhubung ke banyak akses usaha seperti pembiayaan, bahan baku, pasar, hingga mitra agregator yang memastikan inisiatif ini dapat berkelanjutan.”

Teten menggarisbawahi pentingnya terhubung dalam ekosistem daring, agar UMKM Papua bertransformasi digital. Saat ini jumlah UMKM yang telah hadir dalam ekosistem digital mencapai 15,3 juta (23,9%) atau naik 7,3 juta selama pandemi dari target 30 juta UMKM di 2024. 

“Bahkan riset World Bank menyebutkan 80% UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik di tengah pandemi,” ujar Teten. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menyambut baik kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Papua yang telah memberikan dukungan pada pengembangam akses pemasaran produk UKM dengan berbagi kanal secara khusus terlibat dalam pameran di Gedung Smesco dan melalui program live shooping produk UMKM Lokal Brand Papua unggulan. Beberapa layanan yang akan difasilitasi Smesco yaitu, solusi logistik.

“Saat ini SMESCO telah bekerja sama dengan berbagai BUMN dan komunitas pelaku usaha berbagai produk dengan visi membangun sebuah ekosistem UMKM masa depan berbasis ekonomi digital melalui Produk Unggulan Provinsi yang berbasis dari 34 Provinsi di Indonesia yang memberikan tampilan ‘’Indonesian Centric” namun mampu berkompetisi sebagai pelaku usaha yang masuk kedalam rantai pasok industri nasional,” terang Leonard. 

Smesco menargetkan digitalisasi 158.000 UMKM hingga tahun 2023 dan dalam kurun waktu tersebut akan terbentuk sebuah ekosistem UMKM Smesco yang memiliki kekuatan ekonomi digital unggul. Menurut Leonard, UMKM tersebut akan didukung dengan sembilan fasilitas layanan usaha bagi pelaku UMKM yakni Pusat KUR BRI, Pusat Wastra Nusantara, BNI Xpora, Sky Eat Cloud Kitchen & Retort Machine, Fulfillmence Center, Smesco Hub Timur, Smesco Labo, Pusat Layanan UKM, dan Siren.id. 

Leonard memberi contoh Siren.id sebagai inovasi platform dari Smesco untuk UMKM. 

“Sebuah platform dropship dan reseller yang dapat dimanfaatkan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu pemasaran produk UMKM, khususnya bagi pelaku UMKM Local Brand Papua,” papar Leonard. 

“Sedangkan bagi member/reseller bisa mendapatkan keuntungan dari proses penjualan produk UMKM tersebut. Satu hal keistimewaan platform ini yakni harga ongkos kirim menetapkan satu harga atau flat untuk tujuan kirim dari dan ke seluruh Indonesia,” lanjut Leonard. 

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto menambahkan, PON XX adalah multiplier effect untuk memajukan dan memberikan tempat bagi pelaku UKM yang ada di Papua. Hal ini bertujuan agar produk lokal Papua dapat meningkat penjualannya baik di dalam negeri maupun mancanegara. 

"Pelaksanaan PON XX Papua nantinya, saya yakin akan menjadi pelaksanaan yang bersejarah dan dapat berdampak di berbagai sektor," pungkas Gatot. 

 

BERITA TERKAIT

Industri Film Lokal Harus Berjaya di Negeri Sendiri

NERACA Bogor - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan para industri di…

Barantan Komit Mengawal Ekspor dan Berkreatif

NERACA Kupang- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta jajaran Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Barantan Kementan) untuk terus mengawal ekspor…

Peradagangan Hiu dan Pari Harus Sesuai Aturan

NERACA Jakarta - Hiu dan pari termasuk komoditas perikanan yang bernilai ekonomi tinggi dan tengah menjadi perhatian global. Guna memastikan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Industri Film Lokal Harus Berjaya di Negeri Sendiri

NERACA Bogor - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan para industri di…

Barantan Komit Mengawal Ekspor dan Berkreatif

NERACA Kupang- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta jajaran Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Barantan Kementan) untuk terus mengawal ekspor…

Peradagangan Hiu dan Pari Harus Sesuai Aturan

NERACA Jakarta - Hiu dan pari termasuk komoditas perikanan yang bernilai ekonomi tinggi dan tengah menjadi perhatian global. Guna memastikan…