Lagi, BEI Sabet The Best Islamic Capital Market

NERACA

Jakarta -Kali ketiganya secara berturut-turut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meraih penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market dalam ajang penganugerahan bagi industri keuangan syariah dunia Online Awards Ceremony (OAC) of the 11th Global Islamic Finance Awards (GIFA) yang digelar dan disiarkan langsung dari London, Inggris.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi dalam  keterangan persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, suatu kehormatan bagi BEI untuk diakui oleh GIFA sebagai The Best Islamic Capital Market untuk yang ketiga kalinya. “Tahun ini bukan hanya merupakan tahun yang penuh dengan tantangan, namun juga kesempatan. Penghargaan ini memicu kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan industri pasar modal syariah Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, BEI telah menerima secara berturut-turut penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market pada 2019 dan 2020. Kategori tersebut merupakan penghargaan yang tertinggi dalam industri pasar modal syariah global. Selain itu, BEI juga telah menerima penghargaan sebagai The Best Supporting Institution for Islamic Finance of the Year 2016, 2017 dan 2018, serta penghargaan sebagai The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year 2018.

BEI dinilai secara konsisten berhasil mendorong perkembangan pasar modal syariah di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir dengan melakukan berbagai inisiatif dan kegiatan pengembangan bersama para pemangku kepentingan yang tidak hanya untuk mendorong pangsa pasar namun juga untuk menjaga agar tetap sesuai dengan kaidah syariah.

Hal tersebut diwujudkan dalam beberapa pencapaian, di antaranya pasar modal syariah Indonesia masih konsisten bertumbuh di tengah tekanan pasar akibat situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Sampai dengan Agustus 2021, jumlah saham syariah tercatat di BEI yang tergabung dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) masih mendominasi dengan persentase mencapai 57% dari total keseluruhan saham tercatat di BEI.

Kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 46,5% dari total kapitalisasi pasar. Sedangkan dari nilai rata-rata transaksi harian, perdagangan saham syariah berkontribusi sebesar 53,4%, frekuensi transaksi 57,6% dan volume transaksi sebanyak 45,8%. Selain itu, kinerja pertumbuhan jumlah investor saham syariah di Indonesia sangat signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Anggota Bursa (AB) penyedia layanan Sharia Online Trading System (AB-SOTS), sejak peluncuran SOTS pertama pada 2011, jumlah investor syariah telah meningkat lebih dari 18.782% menjadi 100.266 investor per Juli 2021.

BERITA TERKAIT

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…