Efisiensi Bisnis di Tengah Pandemi - Pengurangan Karyawan Pil Pahit Bagi FOOD

NERACA

Jakarta – Efisensi bisnis untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah pandemi Covid-19 menjadi pilihan bagi pelaku usaha. Hal inilah yang dilakukan PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) dengan fokus efisiensi karena kerugian yang diderita. Sayangnya, efisiensi yang dilakukan emiten produsen makanan adalah pilihan pahit dengan memangkas sebagian karyawannya.

Corporate Secretary FOOD, Karina Larasati Putri mengatakan, sejak Agustus, perseroan melalui anak usahanya PT Kemang Food Industries (KFI) telah mengurangi sekitar 117 orang pekerja, termasuk merumahkan sekitar 16,9% pekerja dan mengurangi 16,6% pekerja kontrak. "Hal ini dilakukan perseroan untuk menghindari pemutusan kerja massal dan menyelamatkan 292 orang lainnya yang merupakan mayoritas pekerja di KFI,”ujarnya di Jakarat, kemarin.

Dia melanjutkan, pemilihan karyawan yang dirumahkan didasarkan pada evaluasi kinerja serta kebutuhan sistem dan fungsi kerja di KFI. Dengan demikian, meskipun terjadi pengurangan tenaga kerja, KFI tetap dapat beroperasi dengan baik dan mendukung kebutuhan pada konsumen KFI. "Langkah dan kebijakan efisiensi di KFI ini, walau tidak disetujui serikat pekerja KFI, adalah langkah yang tak dapat dihindari KFI setelah berusaha lebih dari 1,5 tahun dan telah disetujui oleh mayoritas karyawan KFI. Kebijakan ini telah dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tuturnya.

Karina menjelaskan, karena kondisi pasar yang turun sangat drastis akibat pandemi, penjualan dan produksi perseroan turun secara signifikan, hampir 50%. KFI pun telah mencoba bertahan lebih dari 1,5 tahun, tetapi, kondisinya tidak kunjung membaik. Dirinya memastikan, kebijakan pengurangan karyawan ini telah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kebijakan efisiensi di KFI ini diperkirakan masih akan memberikan dampak kerugian di laporan keuangan konsolidasian perseroan hingga akhir tahun 2021.

Namun, efisiensi ini akan memberi dampak penghematan yang signifikan atau lebih dari Rp500 juta per bulan, sehingga membantu memperbaiki kondisi keuangan perseroan dan KFI. Sebagai informasi, hingga semester I/2021, FOOD membukukan peningkatan tipis penjualan bersih 0,8%, menjadi Rp47,9 miliar, dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp47,5 miliar.

Beban pokok penjualan perseroan tercatat naik 13,6% menjadi Rp32,4 miliar, dari Rp28,5 miliar secara tahunan atau year on year (yoy). Naiknya beban pokok penjualan tersebut membuat laba kotor perseroan turun 18,5% menjadi Rp15,48 miliar, dari Rp19 miliar secara tahunan. Adapun rugi bersih FOOD pada semester I/2021 tercatat bertambah 224%, menjadi Rp5,08 miliar, dari rugi bersih Rp1,56 miliar pada paruh pertama 2020. Tahun ini, perseroan menyiapkan sejumlah produk baru untuk menjaga kapasitas produksi dengan menyiapkan sejumlah strategi menyasar segmen baru pasca Horeka yang runtuh dihantam pandemi sejak tahun lalu.




BERITA TERKAIT

Dapat Suntikan Dana US$ 41 Juta - Zipmex Umumkan Resmi Daftar Investor Baru

Zipmex, salah satu bursa aset kripto terkemuka dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik mengumumkan daftar resmi investornya setelah mendapatkan pendanaan…

Berhasil Diterima Lima Indeks BEI - Saham Bukalapak Jadi Perburuan Investor Asing

NERACA Jakarta – Masuknya saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dalam lima indeks sekaligus mendorong perburuan investor di pasar modal terhadap…

Lunasi Utang Ke Bank BNI - Sejahtera Anugrahjaya Raih Pinjaman Rp 450 Miliar

NERACA Jakarata- Lunasi utang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) pada tanggal 21 September…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dapat Suntikan Dana US$ 41 Juta - Zipmex Umumkan Resmi Daftar Investor Baru

Zipmex, salah satu bursa aset kripto terkemuka dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik mengumumkan daftar resmi investornya setelah mendapatkan pendanaan…

Berhasil Diterima Lima Indeks BEI - Saham Bukalapak Jadi Perburuan Investor Asing

NERACA Jakarta – Masuknya saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dalam lima indeks sekaligus mendorong perburuan investor di pasar modal terhadap…

Lunasi Utang Ke Bank BNI - Sejahtera Anugrahjaya Raih Pinjaman Rp 450 Miliar

NERACA Jakarata- Lunasi utang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) pada tanggal 21 September…