Ekspor Ikan Hias Asal Bali Tembus 414.190 Ekor - Agustus 2021

NERACA

Denpasar - Komoditas ikan hias menjadi salah satu primadona ekspor dari Pulau Dewata. Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Denpasar mencatat, selama Agustus 2021, sebanyak 414.190 ekor ikan hias berhasil menjangkau pasar global.

 "Alhamdulillah, di tengah situasi pandemi Covid-19 dan PPKM, kita tetap bisa menjaga kualitas dan mutu produk perikanan Bali hingga masih bisa ekspor," kata Kepala Balai KIPM Denpasar, Anwar saat menampilkan data perlintasan selama Agustus 2021, di kantornya.

Selain ikan hias, lanjut Anwar, komoditas hidup yang juga berhasil menjangkau pasar ekspor diantaranya benih bandeng sebanyak 67,8 juta ekor, benih kerapu 67 ribu ekor, siput hias 40,4 ribu ekor dan udang 40,4 ribu ekor. Anwar mengungkapkan, total ekspor komoditas hidup dari Bali selama bulan Agustus mencapai 68 juta ekor.

"Itu baru dari sisi komoditas hidup, selama Agustus kita juga ekspor komoditas non hidup," sambung Anwar.

Anwar mengungkapkan, “komoditas non hidup yang diekspor diantaranya tuna sebanyak 966,7 ton, cumi-cumi 261,15 ton, tenggiri 165,3 ton. Selanjutnya sarden 58,75 ton dan rumbut laut sebanyak 47,4 ton. Total ekspor komoditas non hidup selama Agustus mencapai 1.672,56 ton”.

Anwar menjelasakan, selama bulan kemerdekaan lalu, Balai KIPM melakukan 836 kali pengiriman ke luar negeri. Produk-produk tersebut pun diekspor ke 53 negara tujuan di berbagai belahan dunia. Nilai yang dihasilkan dari kegiatan ekspor pun mencapai Rp149,6 miliar.

"Tentu ini patut kita syukuri, terutama di tengah kondisi pandemi saat ini," jelas Anwar.

 Adapun 5 destinasi ekspor ke mancanegara dari Bali ialah Amerika Serikat, Taiwan. Selanjutnya Australia, Tiongkok dan Jepang. Anwar memastikan, jajarannya akan terus bekerja secara optimal guna meningkatkan ekspor dari Pulau Dewata. Caranya dengan melakukan pendampingan kepada pelaku usaha, terutama dalam pelaksanaan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) serta mempermudah layanan hazard analysis and critical control point (HACCP) agar mutu produk mereka tetap terjaga.

"Kita terus berikan layanan prima dengan menawarkan kemudahan kepada para pelaku usaha. Bahkan kita siap jemput bola. Semoga dengan begini, ekonomi Bali bisa bangkit," jelas Anwar.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan “Indonesia mampu menjadi negara pengekspor komoditas perikanan terbesar di dunia. Hal ini didasarkan pada geografis Indonesia sebagai negara maritim dengan potensi kekayaan laut yang luar biasa”.

Trenggono juga mendukung penuh majunya industri ikan hias dalam negeri bahkan meminta timnya di KKP untuk mempermudah pelaku usaha dalam hal pengembangan maupun melakukan ekspor. Hal lain yang tak kalah penting katanya, konsep keberlanjutan dalam pengelolaan ikan hias tetap harus diutamakan.

KKP melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) pun memberikan bekal manajemen bagi pelaku usaha ikan hias skala mikro kecil untuk memperkuat program yang sudah ada. Khususnya bagi pelaku usaha kecil yang beroperasi di wilayah Depok dan Bogor.

Lebih lanjut, pelaku usaha ikan hias tak perlu ragu dalam pembiayaan usaha. Ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memberikan pembiayaan usaha kepada individu dan atau kelompok dengan bunga cukup rendah yakni 6% per tahun. Selain itu, KKP melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) juga memberikan akses pinjaman modal dengan bunga 3% per tahun.

Seperti diketahui, Indonesia tercatat memiliki 4.552 jenis spesies ikan hias dengan 440 jenis di antaranya merupakan ikan endemik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ekspor ikan hias Indonesia senilai USD33 juta pada 2019, meningkat signifikan dari tahun 2012 sebesar USD21 juta. Nilai ekspor ikan hias Indonesia tahun 2019 ini merupakan 10,5% dari pasar ikan hias dunia. Hal ini membuat Indonesia tak pernah absen menjadi 5 besar negara pengekspor ikan hias sejak 2010 dan menjadi yang terbesar di dunia pada tahun 2018.

Kemudian di tahun 2020 ekpor ikan hias menjadi USD30,8 juta. Sementara itu dari awal tahun 2021, sampai dengan Mei 2021 tercatat ekspor ikan hias Indonesia sebesar USD15,2 juta. Jenis ikan hias utama yang diekspor antara lain arwana, arwana jardini, maskoki, koi, dan cupang hias. Sedangkan negara tujuan ekspor terbesar adalah Jepang, Amerika Serikat, Hongkong, Vietnam, dan China.

 

 

BERITA TERKAIT

Berpenggerak Roda Depan, Mitsubishi Xpander Libas Jalanan Menanjak

NERACA Jakarta - Debat soal mobil penggerak roda depan (front wheel drive/FWD) tidak kuat menanjak dibandingkan mobil penggerak belakang (rear…

Diskon PPnBM Berkurang, Mitsubishi Beri Insentif Buat Xpander

NERACA Jakarta - Kebijakan diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 100 persen berakhir 31 Agustus lalu. Kini, diskon PPnBM turun…

Kepiting Bakau Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

NERACA Jakarta – Plt. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),…

BERITA LAINNYA DI Industri

Berpenggerak Roda Depan, Mitsubishi Xpander Libas Jalanan Menanjak

NERACA Jakarta - Debat soal mobil penggerak roda depan (front wheel drive/FWD) tidak kuat menanjak dibandingkan mobil penggerak belakang (rear…

Diskon PPnBM Berkurang, Mitsubishi Beri Insentif Buat Xpander

NERACA Jakarta - Kebijakan diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 100 persen berakhir 31 Agustus lalu. Kini, diskon PPnBM turun…

Kepiting Bakau Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

NERACA Jakarta – Plt. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),…