Laba Bersih Rukun Raharja Tumbuh 94%

NERACA

Jakarta – Di semester pertama 2021, perusahaan migas PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) membukukan pendapatan senilai US$50,15 juta atau terkoreksi 5% dari pendapatan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya mencapai US$53,01 juta. Sementara itu, laba bersihnya tercatat naik dari US$394.000 pada paruh pertama 2020 menjadi US$764.000 pada paruh pertama tahun ini. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Kata Direktur Keuangan Rukun Raharja, Oka Lesmana, seiring dengan pertumbuhan tersebut, maka marjin laba kotor dan marjin laba bersih tahun berjalan masing-masing berada di level 16% dan 2% terhadap pendapatan,”Untuk marjin laba bersih, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 94%. Di mana perseroan mencatat marjin laba bersih sebesar 1% pada semester I/2020 dan kemudian naik ke 2% pada paruh pertama 2021,”ujarnya.

Selain itu, terjadi kenaikan yang cukup signifikan terkait total aset dan total kewajiban perseroan pada 2021 yang didorong oleh pinjaman baru perseroan sebesar US$108 juta dari Bank Mandiri yang digunakan RAJA untuk menjalankan beberapa proyek strategis sepanjang 2021. Hingga saat ini, perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar 50% atau US$ 51 juta (sekitar Rp 275 miliar) dari total belanja modal atau capex tahun ini US$ 100 juta.

Disampaikan Oka, penyerapan tertinggi atas belanja modal perseroan adalah investasi pada pengembangan bisnis baru di antaranya adalah penyertaan pada Proyek Pipa Rokan, pembangunan LPG Terminal Rembang, pengembangan bisnis CNG dan SPAM Cijanggel. Kemudian, penyerapan lainnya untuk pengembangan bisnis yang sudah ada saat ini. Dari total sembilan proyek strategis yang saat ini sedang digarap oleh perseroan, beberapa di antaranya sudah rampung 100%, yaitu pengembangan jalur pipa di wilayah Banten, pembangunan fasilitas SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Kabupaten Bandung Barat, dan penambahan alokasi gas di wilayah Jambi sebesar 12mmbtu.

Sumantri Suwarno, Direktur Pengembangan Bisnis RAJA menambahkan bahwa perseroan juga optimistis dengan beberapa kontrak dan proyek yang sampai saat ini sedang dikerjakan, akan rampung dan beroperasi pada akhir tahun yaitu Proyek Pipa Rokan, LPG Discharge Terminal di Pelabuhan Sluke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, perpanjangan kontrak sewa pipa di Gresik, Jawa Timur. "Ada pula proyek penambahan kompresor di Cilegon, Banten dan kontrak untuk operation and maintenance di fasilitas pembangkit geothermal Salak milik Star Energy di Bogor," imbuhnya.

Djauhar Maulidi, Direktur Utama RAJA juga menyebutkan bahwa sejak tahun 2020 perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan kinerja perseroan, terutama dalam diversifikasi bisnis gas.

 



BERITA TERKAIT

PT Timah Siap Bayar Obligasi Rp 16,27 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Timah Tbk (TINS) bakal segera membayarkan obligasi dengan total senilai Rp16,27 miliar. Perseroan…

Transaksi Pasar Timah Ditaksir Capai Rp 800 Miliar

NERACA Jakarta- Tahun ini, PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) optimistis transaksi pasar fisik timah bisa mencapai Rp800 miliar, dari realisasi…

Investasikan Dana Rp 1,76 Triliun - BliBli Akuisisi Saham Supra Boga Lestari

NERACA Jakarta –Tren perusahaan starup unicorn IPO, seperti yang dilakukan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan juga bakal dilakukan Gojek dan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

PT Timah Siap Bayar Obligasi Rp 16,27 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Timah Tbk (TINS) bakal segera membayarkan obligasi dengan total senilai Rp16,27 miliar. Perseroan…

Transaksi Pasar Timah Ditaksir Capai Rp 800 Miliar

NERACA Jakarta- Tahun ini, PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) optimistis transaksi pasar fisik timah bisa mencapai Rp800 miliar, dari realisasi…

Investasikan Dana Rp 1,76 Triliun - BliBli Akuisisi Saham Supra Boga Lestari

NERACA Jakarta –Tren perusahaan starup unicorn IPO, seperti yang dilakukan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan juga bakal dilakukan Gojek dan…