Tingkatkan Layanan Bongkar Muat - IPCC Bangun Stasiun Pengisian Mobil Listrik

NERACA

Jakarta - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menginvestasikan dana Rp 1 miliar untuk pembangunan tiga stasiun pengisian daya kendaraan listrik di terminalnya. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, pihaknya telah menyediakan plug-in charging stations, bilamana terdapat kendaraan yang membutuhkan pengisian tenaga listrik untuk bahan bakarnya.

Disebutkan, sejumlah kendaraan listrik yang telah ditangani di Terminal IPCC diantaranya kendaraan CBU besutan Hyundai dan Toyota serta jenis bus produksi PT Bakrie Autoparts dan perusahaan otomotif di Shanghai. Meski belum banyak kendaraan listrik yang masuk ke dalam terminal IPCC, perseroan telah menyiapkan layanan bongkar muat kendaraan listrik. Layanan ini didukung oleh kesiapan tenaga professional yang terlatih, area parkir atau penumpukan kendaraan listrik, hingga sarana infrastruktur unit pengisian baterai kendaraan listrik tersebut.

Perseroan menjelaskan, pembangunan stasiun pengisian daya kendaraan listrik menjadi bagian dari pelayanan bongkar muat yang disediakan sehingga dapat memberikan nilai tambah baik kepada kendaraan listrik yang ditangani maupun terhadap perseroan. Di sisi lain, pembangunan ini juga antisipasi terhadap meningkatnya jumlah kendaraan listrik ke depan seiring meningkatnya demand kendaraan listrik di masyarakat.

Selain itu, perseroan mengungkapkan hal ini menambah varian kendaraan di IPCC yang dilakukan pelayanan bongkar muat di terminal. Diharapkan, peningkatan pelayanan ini dapat memberikan tambahan kinerja maupun sentimen yang positif terhadap IPCC. Adapun, pemerintah telah menetapkan roadmap pengembangan mobil listrik hingga 2030.

Pemerintah menargetkan produksi kendaraan ini pada 2030 dapat mencapai 600.000 unit untuk roda empat dan 2,45 juta unit untuk roda dua. Dalam roadmap tersebut, diperkirakan pembelian kendaraan listrik untuk roda empat akan mencapai 132.983 unit, sedangkan untuk kendaraan listrik roda dua akan mencapai 398.530 unit. Sementara itu, untuk mempercepat tingkat penggunaan mobil listrik, pemerintah juga akan menetapkan peraturan tentang roadmap pembelian mobil listrik di instansi pemerintahan. Selain itu, juga memberikan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal bagi konsumen kendaraan listrik, diantaranya pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah PPnBM sebesar 0%.

BERITA TERKAIT

PT Timah Siap Bayar Obligasi Rp 16,27 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Timah Tbk (TINS) bakal segera membayarkan obligasi dengan total senilai Rp16,27 miliar. Perseroan…

Transaksi Pasar Timah Ditaksir Capai Rp 800 Miliar

NERACA Jakarta- Tahun ini, PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) optimistis transaksi pasar fisik timah bisa mencapai Rp800 miliar, dari realisasi…

Investasikan Dana Rp 1,76 Triliun - BliBli Akuisisi Saham Supra Boga Lestari

NERACA Jakarta –Tren perusahaan starup unicorn IPO, seperti yang dilakukan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan juga bakal dilakukan Gojek dan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

PT Timah Siap Bayar Obligasi Rp 16,27 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Timah Tbk (TINS) bakal segera membayarkan obligasi dengan total senilai Rp16,27 miliar. Perseroan…

Transaksi Pasar Timah Ditaksir Capai Rp 800 Miliar

NERACA Jakarta- Tahun ini, PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) optimistis transaksi pasar fisik timah bisa mencapai Rp800 miliar, dari realisasi…

Investasikan Dana Rp 1,76 Triliun - BliBli Akuisisi Saham Supra Boga Lestari

NERACA Jakarta –Tren perusahaan starup unicorn IPO, seperti yang dilakukan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan juga bakal dilakukan Gojek dan…