Siapkan Capex Rp 50 Miliar - Mulia Boga Raya Kembangkan Produk Baru

NERACA

Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis dobel digit, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) sudah menyiapkan sejumlah strategi dengan lebih fokus ke pasar domestik. Dimana salah satunya untuk mengejar pertumbuhan tersebut, emiten produsen keju ini akan merilis produk baru.

Direktur Utama Mulia Boga Raya, Bobby K Gandasaputra mengatakan, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal Rp 50 miliar untuk mengembangkan produk baru dan menambah investasi untuk pemasaran (advertising and promotion/A&P). “A&P untuk mendukung peluncuran produk-produk tersebut di kuartal III dan IV tahun ini,”ujarnya.

Selain ekspansi bisnis, perseroan juga akan berinvestasi secara terintegrasi secara end-to-end untuk mengambil keputusan yang lebih cepat. Sementara dalam rangka memperluas pangsa pasar, Bobby mengatakan produsen keju Prochiz ini akan memperkuat posisi secara offline maupun online agar konsumen dapat membeli produk perseroan dengan mudah.

Adapun KEJU menargetkan penjualan dan laba bersih dapat tumbuh di atas rata-rata industri pada tahun ini. Disampaikannya, pertumbuhan industri keju domestik secara kuartalan sejak kuartal I/2018 hingga kuartal I/2020 cukup masif sebesar 12,3 persen di saluran modern trade (MT). Di dalam saluran MT tersebut, produsen keju Prochiz ini telah mengamankan pangsa pasar penjualan sebesar 22% dan volume sebesar 30%. “Secara umum industri keju dilihat dari 2015 sampai 2020 mengalami pertumbuhan pesat sebesar 16,7%, sedangkan dari 2021-2025 proyeksi pertumbuhan industri keju adalah 9,9%,” kata Bobby.

Bobby juga menambahkan, selain memperkuat pasar di saluran modern trade, food service, dan general trade, perseroan juga tengah merintis penjualan di e-commerce yang diharapkan bisa tumbuh pesat. “Perseroan tidak hanya melakukan distribusi konvensional, namun juga melakukan inisiasi teknologi platform digital dan kolaborasi dengan perusahaan seperti Grab dan Gojek,” kata Bobby.

Adapun, kerjasama dengan Grab dan Gojek juga termasuk untuk melayani mitra peritel yang mencapai 4.000 outlet di wilayah Jabodetabek. Bobby mengatakan pencapaian jumlah outlet aktif ini bisa tumbuh lebih dari 5 kali lipat menjelang akhir 2021. Sementara itu, saat ini KEJU juga telah memiliki lebih dari 40 distributor di Indonesia. Sembari itu, perseroan juga melakukan kerjasama dengan GoFresh dan memiliki toko resmi di Shopee, Tokopedia, dan lain-lain.

Sedangkan platform yang dimiliki sendiri oleh KEJU terdiri dari 2 laman resmi dan akun Instagram. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, KEJU membukukan pendapatan senilai Rp900,85 miliar. Dengan estimasi KEJU tumbuh seiring dengan industri sebesar 9,9%, top line perseroan diperkirakan mencapai Rp990,03 miiar pada akhir 2021. Hingga akhir kuartal I/2021, KEJU mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,47% menjadi Rp249,60 miliar.

Adapun pada kuartal I/2020, tercatat pendapatan perseroan senilai Rp230,09 miliar. Kenaikan pendapatan dan penurunan sejumlah beban pun mengangkat laba sebesar 41,48% menjadi Rp36,70 miliar pada kuarta I/2021 dari sebelumnya Rp25,94 miliar pada kuartal I/2020.



BERITA TERKAIT

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Beragam Promo Spektra Fair Hadir di 50 Kota Besar

Genjot pertumbuhan bisnis di tengah pandemi Covid-19, PT Federal International Finance (FIFGROUP) terus perluas jangkauan bisnisnya lewat salah satu pameran…

Jangkau Luas Layanan Kesehatan - Kolaborasi BUMN Healthcare Luncurkan Aplikasi FitAja

Perluas pelayanan kesehatan di era digital saat ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dengan beberapa BUMN yang bergerak…

Percepatan Penanganan Pandemi, BMHS Genjot Vaksinasi

NERACA Jakarta - Data pemantauan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini kembali meningkat. Tidak hanya di pulau Jawa dan Bali,…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Beragam Promo Spektra Fair Hadir di 50 Kota Besar

Genjot pertumbuhan bisnis di tengah pandemi Covid-19, PT Federal International Finance (FIFGROUP) terus perluas jangkauan bisnisnya lewat salah satu pameran…

Jangkau Luas Layanan Kesehatan - Kolaborasi BUMN Healthcare Luncurkan Aplikasi FitAja

Perluas pelayanan kesehatan di era digital saat ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dengan beberapa BUMN yang bergerak…

Percepatan Penanganan Pandemi, BMHS Genjot Vaksinasi

NERACA Jakarta - Data pemantauan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini kembali meningkat. Tidak hanya di pulau Jawa dan Bali,…