Pemerintah Siap Tingkatkan Nilai Tambah Sektor Pertambangan - Hubungan Dagang dengan AS Diperkuat

NERACA

Jakarta – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan komitmennya bahwa pemerintah Indonesia siap meningkatkan nilai tambah sektor pertambangan. Komitmen itu disampaikan saat bertemu dengan anggota United States-Asia Pacific Economic Cooperation (US-APEC) Business Coalition secara virtual.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Ketua, sekaligus Presiden dan CEO US-APEC Business Coalition Alexander Feldman, serta dihadiri 33 anggota US-APEC Business Coalition. Sementara itu, Mendag Lutfi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono, Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Farid Amir, dan Atase Perdagangan Washington Wijayanto.

“Sejumlah isu strategis untuk meningkatkan kerja sama bilateral kedua negara dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satunya, komitmen Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor di sektor pertambangan, seperti produk baterai untuk kendaraan elektrik,” ujar Lutfi.

Hal lain yang dibahas pada pertemuan tersebut, yaitu berbagai isu prioritas dalam agenda Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) ke-18 yang rencananya berlangsung pada Agustus 2021.

Menurut Lutfi dalam US APEC Business Coalition juga membahas pendistribusian vaksin dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Kami memandang penting kerja sama dalam pendistribusian vaksin karena dapat mempercepat pertumbuhan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19,” imbuh Lutfi.

Selain itu, Lutfi mengakui, AS merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia, begitu pula Indonesia bagi AS. Nilai perdagangan Indonesia-AS pada periode Januari—April 2021 tercatat sebesar USD 10,87 miliar. Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) tercatat sebesar USD 7,63 miliar.

Adapun impor Indonesia dari AS tercatat sebesar USD 3,23 miliar. Sementara pada 2020, nilai total perdagangan Indonesia-AS tercatat sebesar USD 8,98 miliar.

Sedangkan ekspor Indonesia ke AS pada periode yang sama tercatat sebesar USD 6,12 miliar. Kemudian, impor Indonesia dari AS sebesar USD 2,85 miliar.

Selain itu, AS merupakan 10 besar investor Indonesia. Nilai investasi AS ke Indonesia pada 2020 tercatat sebesar USD 480,1 juta.

Perkuat Hubungan Dagang

Lebih lanjut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga pernah melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat hubungan dagang Indonesia dan AS di bawah pemerintahan baru Presiden Biden.

Dalam kunjungan tersebut, Lutfi juga mengungkapkan AS merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia. Begitu pula sebaliknya, Indonesia adalah mitra dagang penting bagi AS. Total perdagangan kedua negara pada 2020 mencapai USD 27,2 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 10,04 miliar.

AS juga merupakan 10 besar investor terbesar Indonesia. Pada 2020, nilai investasi AS ke Indonesia tercatat mencapai USD 480,1 juta. “Hubungan kedua negara perlu terus diperkuat dan ditingkatkan sehingga potensi perdagangan dapat terus tumbuh dan investasi AS di Indonesia dapat semakin meningkat,” ungkap Lutfi.

Menurut Lutfi, sejumlah pertemuan dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, termasuk dengan dua mitra kerjanya yang baru saja dilantik yaitu Kepala United States Trade Representative (USTR) Duta Besar (Dubes) Katherine Tai dan Secretary of Commerce, Gina Raimondo.

Kemendag dan Dubes Tai menyampaikan program prioritas kebijakan perdagangan masing-masing dan sepakat untuk bersama memperkuat hubungan dagang Indonesia–AS, termasuk dalam mendorong pemulihan ekonomi kedua negara melalui perdagangan.

Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama baik di tingkat bilateral, regional, hingga multilateral untuk mendorong pemulihan ekonomi kedua negara pasca-Covid-19.

 “Kami berdua sama-sama baru dalam jabatan ini, sehingga pertemuan ini menjadi sangat strategis untuk membuka komunikasi kedua Menteri dan kami sepakat akan melanjutkan komunikasi yang terbuka dan konstruktif di kemudian hari. Tadi saya tegaskan bahwa di tengah-tengah tantangan global karena Covid-19, kerja sama dan kolaborasi menjadi sangat penting untuk menciptakan perdagangan yang berkesinambungan, terbuka, dan adil; serta mampu mendorong peningkatan investasi AS ke Indonesia,” papar Lutfi.

Sementara itu, United States Trade Representative (USTR) Duta Besar (Dubes) Katherine Tai dan Secretary of Commerce, Gina Raimondo menghargai pertemuan tersebut dan mengundang Kemendag untuk turut berpartisipasi dalam The Select USA Investment Summit 2021 yang akan dilaksanakan secara virtual pada 7–11 Juni 2021.

 

 

 

BERITA TERKAIT

Koperasi Syariah Gerakan Riil

NERACA Jakarta - Pada masa pandemi sekarang ini semua pihak harus bergandengan tangan dan bersinergi agar tetap bertahan dan memberikan…

Hadapi PPKM Darurat, Stok Pangan Masyarakat Aman

Jakarta – Saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kompleks Pergudangan Badan Urusan Logistik (Bulog) mengungkapkan, “saya ingin memastikan bahwa…

Indonesia Gandeng Vietnam Cegah Ilegal BBL

NERACA Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi melarang ekspor benih bening lobster (BBL) melalui…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Koperasi Syariah Gerakan Riil

NERACA Jakarta - Pada masa pandemi sekarang ini semua pihak harus bergandengan tangan dan bersinergi agar tetap bertahan dan memberikan…

Hadapi PPKM Darurat, Stok Pangan Masyarakat Aman

Jakarta – Saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kompleks Pergudangan Badan Urusan Logistik (Bulog) mengungkapkan, “saya ingin memastikan bahwa…

Indonesia Gandeng Vietnam Cegah Ilegal BBL

NERACA Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi melarang ekspor benih bening lobster (BBL) melalui…