Pangdam Jaya: Proses Hukum Debt Collector Tetap Berjalan

NERACA

Jakarta - Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memastikan proses hukum terhadap 11 orang debt collector pelaku penghadangan seorang anggota Badan Pembina Desa (Babinsa) Serda Nurhadi di kawasan Tol Koja Barat, Jakarta Utara,  akan tetap dilanjutkan.

Ke-11 pelaku yang diketahui dari Clipan Finance memang telah meminta maaf secara langsung baik kepada Serda Nurhadi, maupun kepada TNI Angkatan Darat. Namun, tidak berarti mereka langsung bebas. 

"Boleh saja mereka meminta maaf. Tetapi, proses hukum tetap berjalan. Tindakan premanisme itu tidak dapat dibenarkan," tegas Pangdam Jaya, Senin (10/5), di Kodam Jaya.

Dudung menegaskan,  Kodam Jaya Jayakarta bersama Polda Metro Jaya akan hadir secepat mungkin bagaimana menumpas segala aksi premanisme yang merugikan rakyat. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aparat Polres Metro Jakarta Utara pada Minggu sore,  9 Mei 2021, menciduk 11 orang penagih utang atau debt colector yang menghadang prajurit TNI, Serda Nurhadi. Para pelaku terancam hukuman penjara sembilan tahun. Para tersangka adalah YAK (23 tahun), JAK (29), HHL (26), HEL (27), PA (29), GL (38), GY (27), JT (21), AM (27), DS (26), dan HR (25). 

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan, 11 pelaku itu ditangkap pada Minggu (9/5/2021) pukul 15.00 WIB. Semua pelaku yang ditangkap memang bekerja sebagai penagih utang. 

"Dari hasil interogasi awal, tujuh di antara 11 pelaku yang ditangkap wajahnya terdapat dalam video viral (penghadangan)," kata Nasriadi dalam keterangannya. 

Dari penangkapan tersebut, kata dia, aparat mengamankan barang bukti berupa empat video rekaman terkait kejadian yang viral, satu ponsel IPhone 6S yang digunakan untuk merekam kejadian viral, dan ponsel para tersangka. 

Lalu tujuh pasang baju, celana dan helm yang digunakan para tersangka pada saat kejadian, serta tiga sepeda motor. 

Sebuah video pengadangan dan pengepungan prajurit TNI viral di media sosial. Tampak sejumlah orang menghardik dan berupaya merampas kunci mobil yang sedang dikemudikan oleh prajurit berseragam TNI AD itu. Sejumlah penumpang mobil itu juga tampak histeris melihat kejadian tersebut sembari merekam video. 

Nasriadi menjelaskan, insiden dalam video itu terjadi di pintu Tol Koja Barat, Kamis, 6 Mei 2021, sekitar pukul 14.00 WIB. Prajurit TNI yang sedang mengemudikan mobil itu adalah Sersan Dua (Serda) Nurhadi, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Semper Timur Kodim 0505/JU. 

Nurhadi ketika itu mengendarai mobil Honda Mobilio B 2638 BZK milik warga bernama Nara. Ia hendak membantu mengantarkan keluarga Nara yang sedang Serda Nurhadi lalu melihat ada anak kecil dan seseorang yang sedang sakit dalam mobil itu. Ada pula paman dan bibi pemilik mobil. 

"Serda Nurhadi berinisiatif untuk membantu dan mengambil alih sopir mobil tersebut dengan rencana akan dibawa menuju Rumah Sakit melalui jalan Tol Koja Barat," kata Nasriadi. 

Serda Nurhadi mengendarai mobil itu dengan lambat karena tak terlalu mahir mengendarai mobil otomatis. Saat hendak memasuki gerbang tol, mobil itu diadang sekitar 10 orang penagih utang. Mobil itu dikepung, lalu ada ancaman kekerasan serta upaya merampas kunci mobil. Peristiwa inilah yang terekam dalam video viral itu. Kemudian Serda Nurhadi turun dari mobil tersebut. 

Sedangkan korban atas nama Nara membawa mobil tersebut ke Mako Polres Jakarta Utara dengan tetap diikuti oleh beberapa penagih utang. 

"Lalu saudara HEL memberitahukan kepada rekan-rekannya (para pelaku) untuk membantu proses penarikan," kata dia. 

Pangdam Jaya juga memastikan bahwa Serda Nurhadi memang murni membantu keluarga yang memang terlilit persoalan dengan debt collector di jalanan itu. 

Dia sendiri tak ada hubungannya dengan para debt collector yang menagih utang hingga mengadang pemilik mobil dan menimbulkan kemacetan.

"Sudah dipastikan Serda Nurhadi tak ada hubungannya dengan keluarga yang punya persoalan dengan debt collector ini. Murni, beliau hanya membantu masyarakat," ujar Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Mohar/fba

 

BERITA TERKAIT

Setara Laporkan Kapolres Kampar ke Propam Polri

NERACA Jakarta - Setara Institute malaporkan Kapolres Kampar AKBP M Kholid ke Divisi Propam Polri terkait kriminalisasi yang dialami petani…

Panglima TNI Minta Pasukan Bergerak Cepat Atasi Covid-19

NERACA Bangkalan - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari satu tahun dan menjadi semakin kompleks."Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi…

Ahli Hukum: Kasus IOI Tak Patut Dibawa ke Pidana

NERACA Jakarta - Ahli hukum perbankan Yunus Husein mengatakan kasus produk high yield promissory notes (HYPN) PT IndoSterling Optima Investa…

BERITA LAINNYA DI Hukum Bisnis

Setara Laporkan Kapolres Kampar ke Propam Polri

NERACA Jakarta - Setara Institute malaporkan Kapolres Kampar AKBP M Kholid ke Divisi Propam Polri terkait kriminalisasi yang dialami petani…

Panglima TNI Minta Pasukan Bergerak Cepat Atasi Covid-19

NERACA Bangkalan - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari satu tahun dan menjadi semakin kompleks."Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi…

Ahli Hukum: Kasus IOI Tak Patut Dibawa ke Pidana

NERACA Jakarta - Ahli hukum perbankan Yunus Husein mengatakan kasus produk high yield promissory notes (HYPN) PT IndoSterling Optima Investa…