Kimia Farma Catat Penjualan Rp 2,3 Triliun

Di kuartal pertama 2021, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) merealisasikan penjualan Rp2,3 triliun dengan terus menggenjot pendapatan dari saluran dalam jaringan (daring). Direktur Pengembangan Bisnis Kimia Farma, Imam Fathorrahman mengatakan dalam pengembangan, perseroan terbuka penambahan saluran distribusi offline dan online. "Pencapaian di kuartal I/2021 di atas Rp2,3 triliun penjualan, kontribusi online kurang lebih sekitar Rp1,5 miliar hanya dari penjualan di marketplace saja, jadi peluang baru. Pendapatan dari superapps KAEF mobile di atas Rp250 juta,"ujarnya di Jakarta, Emiten farmasi ini berencana melakukan rebranding perseroan untuk segmen ritelnya dan melakukan format ulang desain ritel pada 2021 ini. Perseroan ingin meningkatkan pengalaman pelanggan saat berkunjung ke offline store dan meningkatkan penjualan KAEF ritel. Fokus utama perseroan tahun 2021 menjadi momentum pertumbuhan perseroan dengan tata kelola yang baik yang didukung oleh 4 pilar portofolio Perseroan yaitu National Leader Manufacture, Excellent Distribution, Leading Pharmacy Retail dan Best Service Clinic & Clinical Laboratory.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Perseroan berupaya untuk menciptakan efisiensi dan meningkatkan produktivitas dengan menjalankan digitalisasi, pengadaan yang terpusat, layanan kesehatan yang terintegrasi dan optimalisasi fasilitas produksi. Sebagai fondasi untuk mewujudkan tujuan tersebut, Perseroan akan bertumpu pada empat pilar, yaitu riset dan pengembangan, otomatisasi dan teknologi, sumber daya manusia dan tata kelola perusahaan yang baik. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp10 triliun pada 2020.

Perolehan itu tumbuh 6,4% dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp9,4 triliun. Pendapatan pada 2020 ditopang oleh peningkatan segmen distribusi sebesar Rp814,68 miliar atau meningkat 26,81% dari tahun sebelumnya Rp3,03 triliun. Selain itu, segmen lainnya yaitu jasa layanan klinik kesehatan dan laboratorium klinik meningkat 316,71%dari Rp182,04 miliar pada 2019 menjadi Rp758,58 miliar tahun 2020. Laba usaha perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 30,17% menjadi sebesar Rp653,02 miliar dibandingkan 2019.




BERITA TERKAIT

Ramadan, Pembiayaan Home Credit Naik 3,5 Kali Lipat

Selama bulan Ramadan tahun ini, PT Home Credit Indonesia (Home Credit) berhasil mencetak kinerja pembiayaan yang jauh lebih baik dibandingkan…

BTN Dukung Usulan Pengembang Perpanjang Relaksasi PPN

Industri properti khususnya perumahan terus menggeliat sejak awal tahun hingga saat ini. Bahkan pada kuartal kedua tahun ini angka penjualan…

Perkuat Modal, MNC Bank Tunda Dividen

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) atau MNC Bank memutuskan untuk tidak membagikan dividen…

BERITA LAINNYA DI

Ramadan, Pembiayaan Home Credit Naik 3,5 Kali Lipat

Selama bulan Ramadan tahun ini, PT Home Credit Indonesia (Home Credit) berhasil mencetak kinerja pembiayaan yang jauh lebih baik dibandingkan…

BTN Dukung Usulan Pengembang Perpanjang Relaksasi PPN

Industri properti khususnya perumahan terus menggeliat sejak awal tahun hingga saat ini. Bahkan pada kuartal kedua tahun ini angka penjualan…

Perkuat Modal, MNC Bank Tunda Dividen

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) atau MNC Bank memutuskan untuk tidak membagikan dividen…