Pabrik Pakan Ikan Mandiri KKP Penuhi Kebutuhan Pembudidaya

NERACA

Jakarta - Pemenuhan kebutuhan pakan ikan menjadi salah satu fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam rangka mendukung pencapaian target produksi perikanan budidaya nasional. Melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari), KKP terus mendorong penggunaan dan produksi pakan ikan mandiri di level pembudidaya untuk meningkatkan margin keuntungan.

 Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengungkapkan bahwa sebagai salah satu  komponen terpenting dalam kegiatan usaha budidaya ikan, produksi pakan ikan selalu menjadi salah satu program prioritas KKP untuk mendukung peningkatan produksi serta keberlanjutan usaha budidaya di masyarakat.

“Melalui inisiasi program Gerpari sejak tahun 2015, KKP berupaya untuk menghadirkan pakan ikan berkualitas untuk pembudidaya dengan harga yang terjangkau untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi. Bantuan pakan ikan mandiri yang diproduksi oleh 10 Unit Pelaksana Teknis lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya secara rutin disalurkan kepada pembudidaya yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Slamet.

Lebih lanjut, Slamet mengungkapkan, dalam kunjungan KKP ke Unit Produksi Pakan Ikan Mandiri (UPPIM) milik KKP di Pangandaran beberapa waktu lalu, menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam menjalankan unit usaha pakan ikan mandiri agar mampu menghasilkan perputaran dana yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja hingga sarana dan prasarana UPPIM.

“UPPIM Pangandaran menjadi unit produksi yang strategis dalam mendistribusikan bantuan pemerintah  berupa pakan ikan mandiri. Unit yang dikelola oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung ini memiliki kapasitas optimum untuk dapat memproduksi hingga 1 ton pakan ikan per jam. UPPIM ini memproduksi pakan untuk komoditas budidaya air laut seperti ikan kakap putih, bawal bintang dan kobia. Serta, pakan untuk komoditas budidaya air tawar seperti ikan nila dan lele,” papar Slamet.

Sekedar catatan, sepanjang tahun 2020, UPPIM Pangandaran berhasil memproduksi sebanyak 258 ton pakan ikan mandiri yang terdiri dari pakan ikan apung maupun tenggelam senilai Rp1,8 miliar  yang disalurkan kepada 143 Pokdakan yang tersebar di 23 Kabupaten di wilayah kerjanya.

Selain itu, Slamet menambahkan bahwa terkait program Gerpari, selain bantuan berupa pakan ikan, pada tahun 2021 ini pihaknya juga menganggarkan untuk penyaluran bantuan berupa mesin pembuat pakan dan bahan baku pakan mandiri, bantuan paket percontohan pakan ikan alami seperti cacing sutera dan Moina sp. serta percontohan budidaya maggot di masyarakat.

“Berbagai program bantuan ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif usaha di masyarakat hingga menyerap tenaga kerja produktif agar perekonomian dapat terus tumbuh,” ujar Slamet.

Slamet menilai seiring dengan berkembangnya usaha pakan ikan di masyarakat akan mencukupi ketersediaan pakan ikan serta menjawab kebutuhan pembudidaya akan pakan ikan berkualitas dengan harga yang terjangkau. “Hal ini tentunya akan berimbas kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun pembudidaya secara khusus,” jelas Slamet.

 Sementara itu, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata yang turut mendampingi kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan ke Kabupaten Pangandaran menyatakan bahwa keberadaan UPPIM Pangandaran memberikan dampak positif bagi pelaku usaha budidaya di Kabupaten Pangandaran karena dapat menekan biaya produksi sehingga pendapatan pembudidaya menjadi semakin baik.

“Kami juga telah melakukan penjajakan kerja sama dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan milik KKP untuk membangun kampung perikanan yang tentunya akan membutuhkan pasokan pakan untuk keberlanjutan usahanya,” terang Jeje.

Tidak hanya di Pangandaran, sebelumnya KKP juga melakukan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Berbahan Baku Lokal di Cianjur. Kegiatan tersebut juga sebagai bagian dari GERPARI.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Cianjur, Rossabardina menyampaikan dukungannya terhadap seluruh peserta pelatihan agar dapat memanfaatkan kegiatan pelatihan yang singkat dengan sungguh-sungguh. Pelatihan pembuatan pakan ikan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan 3M selama pelatihan berlangsung.

Darto, salah satu pembudidaya ikan asal Cianjur optimis bahwa pengetahuan dan teknik akan pembuatan pakan ikan yang didapatnya selama pelatihan akan membantu peningkatan usahanya yang bergerak pada bidang budidaya ikan air tawar. “Kegiatan ini sangat baik untuk membantu melancarkan kegiatan usaha saya, ilmu yang didapat juga bisa digunakan untuk memperluas ranah usaha saya,” pungkas Darto.

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

KKP Kembangkan Rumput Laut untuk Kesejahteraan Masyarakat - Pacu Sektor Kelautan dan Perikanan

NERACA Jakarta - Sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi pengungkit ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Optimisme tersebut diungkapkan Direktur…

3 Jurus KemenkopUKM Dongkrak Ekspor UMKM

Jakarta - Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia mulai membaik meskipun saat ini Indonesia dan negara lain di dunia…

Pemerintah Siap Tingkatkan Nilai Tambah Sektor Pertambangan - Hubungan Dagang dengan AS Diperkuat

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan komitmennya bahwa pemerintah Indonesia siap meningkatkan nilai tambah sektor pertambangan. Komitmen itu…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

KKP Kembangkan Rumput Laut untuk Kesejahteraan Masyarakat - Pacu Sektor Kelautan dan Perikanan

NERACA Jakarta - Sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi pengungkit ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Optimisme tersebut diungkapkan Direktur…

3 Jurus KemenkopUKM Dongkrak Ekspor UMKM

Jakarta - Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia mulai membaik meskipun saat ini Indonesia dan negara lain di dunia…

Pemerintah Siap Tingkatkan Nilai Tambah Sektor Pertambangan - Hubungan Dagang dengan AS Diperkuat

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan komitmennya bahwa pemerintah Indonesia siap meningkatkan nilai tambah sektor pertambangan. Komitmen itu…