Keliru Kebijakan KRL di Tanah Abang

Kebijakan Gubernur DKI yang melarang berhenti di stasiun Tanah Abang pada Pk. 15 sd 19.00 adalah kebijakan keliru besar. Karena terjadinya kerumunan di pasar Tanah Abang bukan disebabkan oleh masalah transportasi KRL, melainkan karena tidak ada pengaturan kapasitas pasar yang seharusnya maksimal 50% dari total pengunjung. Frekuensi jadwal KRL berhenti di stasiun Tanah Abang seharusnya diperbanyak, sehingga tidak ada kerumunan penumpang di stasiun.

Mohammad Amir, Jakarta Pusat  

BERITA TERKAIT

Petugas Tegas Periksa Kendaraan

Pemerintah sudah menetapkan larangan mudik selama periode 6-17 Mei 2021. Untuk itu petugas lapangan harus komit bertindak tegas tanpa pandang…

Tanpa Keterangan Covid-19 di Terminal

Di tengah pemerintah dan Tim Satgas Pusat Covid-19 gencar melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 jelang mudik lebaran, ternyata banyak penumpang…

Pemudik Tak Pakai Keterangan Covid-19

Amburadul. Itu yang terjadi banyak pemudik naik transportasi umum (bus antar kota) dari sejumlah terminal bayangan seperti di Bulak Kapal,…

BERITA LAINNYA DI

Petugas Tegas Periksa Kendaraan

Pemerintah sudah menetapkan larangan mudik selama periode 6-17 Mei 2021. Untuk itu petugas lapangan harus komit bertindak tegas tanpa pandang…

Tanpa Keterangan Covid-19 di Terminal

Di tengah pemerintah dan Tim Satgas Pusat Covid-19 gencar melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 jelang mudik lebaran, ternyata banyak penumpang…

Pemudik Tak Pakai Keterangan Covid-19

Amburadul. Itu yang terjadi banyak pemudik naik transportasi umum (bus antar kota) dari sejumlah terminal bayangan seperti di Bulak Kapal,…