Astra Life Cetak Premi Bruto Rp 3,8 Triliun

NERACA

Jakarta – Meski dihadapkan pandemi Covid-19, kinerja keuangan PT Asuransi Jiwa Astra atau Astra Life masih positif. Dimana perseroan berhasil membukukan premi bruto Rp3,8 triliun sepanjang 2020 diiringi kenaikan jumlah tertanggung. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Presiden Direktur Astra Life, Windawati Tjahjadi, capaian yang diraih itu melebihi rata-rata kinerja industri asuransi jiwa. Dimana perolehan premi bruto atau gross written premium (GWP) 2020 itu tumbuh 11% (year-on-year/yoy) dari sebelumnya berkisar Rp3,4 triliun. “Pencapaian Astra Life pada tahun keenam sejak beroperasi itu berada di atas rata-rata kinerja industri asuransi jiwa pada 2020,”ungkapnya.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi industri asuransi jiwa pada 2020 senilai Rp187,6 triliun mengalami penurunan 5% (yoy) dari 2019 senilai Rp196,7 triliun. Windawati menjelaskan bahwa pihaknya masih dapat mencatatkan pertumbuhan di tengah koreksi yang terjadi di industri. Astra Life pun pada 2020 mencatatkan jumlah tertanggung 2,9 juta jiwa atau naik 32% (yoy) dibandingkan dengan 2019 sekitar 2,2 juta jiwa.

Adapun, secara industri, total tertanggung turun mengalami penurunan 7% (yoy) dari 68,51 juta jiwa pada 2019 menjadi 63,69 juta jiwa pada 2020. “Secara finansial Astra Life tetap mencatat pertumbuhan premi 11 persen atau sebesar Rp3,8 triliun dan mencapai angka tertanggung 2,9 juta. Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah kepada Astra Life selama ini dan kami akan terus berinovasi dan fokus pada komitmen Astra Life untuk memberikan produk dan layanan terbaik bagi nasabah,” ujar Windawati.

Dia menjelaskan bahwa 2020 merupakan tahun yang menantang bagi semua industri, tidak terkecuali industri asuransi jiwa. Namun, pada tahun lalu pihaknya dapat memenuhi kewajiban pembayaran klaim senilai Rp504 miliar kepada para nasabah. Windawati pun menjelaskan bahwa keuangan perusahaan ada dalam kondisi yang sehat, tercermin dari rasio kecukupan modal atau risk based capital (RBC) di angka 454%. Nilainya jauh di atas batas yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu 120%. "Astra Life optimis akan terus mencapai ketinggian baru pada tahun-tahun mendatang melalui digitalisasi yang menjadi strategi utama untuk akselerasi pertumbuhan bisnis ke depannya. Terlebih saat ini Astra Life berada di bawah naungan penuh grup Astra yang juga fokus mengembangkan bisnis nya di era digital," ujar Windawati.

BERITA TERKAIT

Dapat Suntikan Dana US$ 41 Juta - Zipmex Umumkan Resmi Daftar Investor Baru

Zipmex, salah satu bursa aset kripto terkemuka dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik mengumumkan daftar resmi investornya setelah mendapatkan pendanaan…

Berhasil Diterima Lima Indeks BEI - Saham Bukalapak Jadi Perburuan Investor Asing

NERACA Jakarta – Masuknya saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dalam lima indeks sekaligus mendorong perburuan investor di pasar modal terhadap…

Lunasi Utang Ke Bank BNI - Sejahtera Anugrahjaya Raih Pinjaman Rp 450 Miliar

NERACA Jakarata- Lunasi utang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) pada tanggal 21 September…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dapat Suntikan Dana US$ 41 Juta - Zipmex Umumkan Resmi Daftar Investor Baru

Zipmex, salah satu bursa aset kripto terkemuka dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik mengumumkan daftar resmi investornya setelah mendapatkan pendanaan…

Berhasil Diterima Lima Indeks BEI - Saham Bukalapak Jadi Perburuan Investor Asing

NERACA Jakarta – Masuknya saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dalam lima indeks sekaligus mendorong perburuan investor di pasar modal terhadap…

Lunasi Utang Ke Bank BNI - Sejahtera Anugrahjaya Raih Pinjaman Rp 450 Miliar

NERACA Jakarata- Lunasi utang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) pada tanggal 21 September…