Neraca Perdagangan Maret 2021 Capai USD1,57 Miliar

Jakarta – Neraca perdagangan pada Maret 2021 kembali mengalami surplus, melanjutkan surplus bulanan yang terjadi secara beruntun sejak Mei 2020. Kementerian Perdagangan mencatat, surplus neraca perdagangan pada Maret 2021 sebesar USD1,57 miliar.

NERACA

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan, “surplus perdagangan Maret 2021 disumbang surplus neraca nonmigas sebesar USD2,94 miliar, sementara neraca migas defisit USD1,37 miliar. Negara mitra dagang utama Indonesia yang menyumbang surplus terbesar pada Maret 2021 adalah Amerika Serikat, Filipina, dan India dengan nilai surplus masing-masing sebesar USD1,19 miliar, USD0,59 miliar, dan USD0,4 miliar.”

Lebih lanjut, Lutfi menegaskan, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan bulan lalu, surplus bulan ini didorong pertumbuhan ekspor yang cukup signifikan. Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari─Maret 2021 mengalami surplus USD5,22 miliar atau melebihi surplus perdagangan periode Januari─Maret 2020 yang hanya mencapai USD 2,59 miliar.

“Surplus perdagangan pada sektor nonmigas sebesar USD 8,01 miliar pada Januari─Maret 2021 mampu menutupi defisit perdagangan migas yang mencapai USD 2,48 miliar,” jelas Lutfi.

Kinerja Ekspor

Menurut Lutfi, kinerja ekspor Indonesia pada Maret 2021 mencapai USD18,35 miliar atau naik 20,31 persen dibandingkan Februari 2021 (MoM) dan naik 30,47 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya (YoY).

Peningkatan kinerja ekspor pada Maret 2021 ini didorong peningkatan ekspor sektor migas sebesar 5,28 persen (MoM) dan juga peningkatan ekspor nonmigas 21,21 persen (MoM).

“Nilai total ekspor Maret 2021 merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2011, bahkan ekspor nonmigas bulan ini merupakan yang tertinggi sepanjang masa,” ujar Lutfi. 

Lutfi juga menegaskan, peningkatan ekspor di Maret 2021 didorong peningkatan seluruh sektor. Pada Maret 2021, ekspor sektor pertanian naik 27,06 persen, sektor industri naik 22,27 persen, sektor pertambangan naik 13,69 persen, dan sektor migas naik 5,28 persen (MoM).

Capaian kinerja ekspor yang sangat baik di masa pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini dapat diinterpretasikan bahwa Indonesia mampu memaanfaatkan peluang-peluang yang ada pada saat dunia sedang bergerak menuju pemulihan ekonomi.

Komoditas utama ekspor di Maret 2021 adalah lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15); bahan bakar mineral (HS 27); besi dan baja (HS 72); mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85); serta kendaraan dan bagiannya (HS 87).

“Kelima kelompok tersebut memiliki pangsa ekspor 46,59 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia Maret 2021 dan mencatatkan nilai kumulatif ekspor sebesar USD8,13 miliar,” jelas Lutfi.

Lutfi mengnungkapkan, beberapa komoditas utama ekspor nonmigas Indonesia yang mengalami kenaikan pada Maret 2021 secara MoM antara lain bijih, terak, dan abu logam (HS 26) naik 125 persen; CPO dan turunannya (HS 15) naik 67,90 persen; timah dan produknya (HS 80) naik 40,26 persen, tembaga dan produknya (HS 74) naik 24,72 persen; dan ikan dan udang (HS 03) naik 24,35 persen.

“Vaksinasi Covid-19 yang sudah dilakukan di berbagai negara mulai membangkitkan optimisme perbaikan kondisi ekonomi dunia pada akhir kuartal I 2021,” ungkap Lutfi.

Perbaikan ekonomi yang juga diikuti kenaikan harga komoditas dunia, ikut mendorong performa ekspor Indonesia pada Maret 2021.

Lutfi pun menjelaskan, nilai ekspor Indonesia pada Maret 2021 ke beberapa negara mitra utama mengalami peningkatan yang cukup signifikan secara MoM, antara lain ekspor ke Afrika Selatan tumbuh 180,34 persen, Italia tumbuh 114,62 persen, India tumbuh 71,78 persen, Bangladesh tumbuh 54,60 persen, dan Spanyol tumbuh 53,33 persen.

Ekspor nonmigas Indonesia ke kawasan emerging markets dan developing economies mengalami pertumbuhan yang signifikan.

“Pada Maret 2021, ekspor nonmigas ke kawasan Afrika Selatan, Afrika Timur, dan Afrika Utara naik signifikan masing-masing sebesar 178,73 persen, 110,78 persen, dan 104,89 persen MoM. Kondisi ini menunjukkan, pasar ekspor nonmigas mulai terdiversifikasi,” jelas Lutfi.

Secara kumulatif, total nilai ekspor Indonesia selama Januari─Maret 2021 mencapai USD48,9 miliar atau meningkat 17,11 persen (YoY). Ekspor nonmigas sepanjang Januari--Maret 2021 naik sebesar 17,14 persen (YoY). Ekspor migas juga meningkat 16,52 persen (YoY).

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menuturkan, perjanjian perdagangan kawasan penting untuk dilakukan. Di kawasan ASEAN, Indonesia adalah negara terbesar dan strategis. “Hal ini dapat menunjukkan ke komunitas internasional bahwa Asia Tenggara adalah kawasan yang diperhitungkan sehingga bisa menjadi hub untuk berinteraksi dengan kawasan-kawasan lain,” tutur Jerry.

Lebih lanjut, Jerry mengungkapkan, peran penting Indonesia pada penyelesaian perjanjian perdagangan di kawasan seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) juga ikut menunjukkan bahwa posisi Indonesia strategis dan signifikan di mata internasional.

“Terkait produk berpotensi ekspor, ada potensi besar dari produk-produk digital buatan dalam negeri, misalnya di sektor gim daring dan produk-produk simulator untuk keperluan kesehatan maupun militer,” terang Jerry.

Menurut Jerry, produk-produk seperti gim daring dan produk simulator tersebut dapat menjadi terobosan ekspor komoditas Indonesia. “Indonesia punya itu. Kita bisa lakukan business matching dengan vendor-vendor di luar negeri. Terobosan seperti ini yang harus kita kembangkan, bagaimana kita melihat produk-produk digital itu bisa dijadikan produk ekspor andalan,” tutur Jerry.

 

BERITA TERKAIT

Indonesia - Mozambik Dukung Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memimpin Delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Delegasi Kementerian Laut, Perairan…

Kemendag Gandeng Goorita, Accelerice, dan GoPlay Promosikan Produk UMKM - Jelajah Rak Sebelah

NERACA Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) menggelar “Jelajah Rak Sebelah” dengan menggandeng Goorita,…

Ditengah Pandemi, Ekspor Produk Minuman Indonesia ke Malaysia Meningkat

Kuala Lumpur - Nilai ekspor produk minuman termasuk minuman energi ke Malaysia mengalami kenaikan selama tahun 2020 dan awal tahun…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Indonesia - Mozambik Dukung Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memimpin Delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Delegasi Kementerian Laut, Perairan…

Kemendag Gandeng Goorita, Accelerice, dan GoPlay Promosikan Produk UMKM - Jelajah Rak Sebelah

NERACA Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) menggelar “Jelajah Rak Sebelah” dengan menggandeng Goorita,…

Ditengah Pandemi, Ekspor Produk Minuman Indonesia ke Malaysia Meningkat

Kuala Lumpur - Nilai ekspor produk minuman termasuk minuman energi ke Malaysia mengalami kenaikan selama tahun 2020 dan awal tahun…