Bulan Suci, Bumi Suci

 

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.

Manager, Climate Reality Indonesia

Menghampiri bulan suci Ramadan, umat Islam tekun bersiap diri sebaik-baiknya agar jiwa, raga dan nalar berpusat pada ibadah, guna memperoleh berkah, rahmat, dan magfirah maksimal. Sejatinya, bulan mulia ini juga merupakan kesempatan untuk kontemplasi dan refleksi diri bagaimana seharusnya manusia merawat Planet Bumi yang merupakan rumahnya.

Ecomasjid, sebuah gerakan bersama berbasis masjid yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan hidup di Indonesia merangkul 329 pengurus masjid sebagai pelaksana program ecomasjid dan 530 relawan selaku agen representatif program itu, dengan jumlah yang terus bertambah.

Jaringan ini berencana meluncurkan Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasi) berbasis masjid bersama Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut dan Program Pembangunan PBB (UNDP). Karenanya, acara bincang-bincang yang selalu diadakan Ecomasjid pada bulan Ramadan akan terkait dengan gerakan yang berbasis Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 47/2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan.

Green Iftar Guide – Panduan Berbuka Puasa Ramah Lingkungan, mengajak komunitas masjid dan para mahasiswa berbuka puasa dengan ramah lingkungan dan melanjutkan kehidupan yang menghargai manusia dan Bumi meskipun Ramadan telah berlalu.

Khusus untuk berbuka puasa, panduan yang dikembangkan oleh NourEnergy e.V. di Jerman dan Muslim Students Association di Zurich, Swiss menekankan beberapa cara, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi. Termasuk di dalamnya, menggunakan bahan-bahan regional dan musiman, memakai air secara relijius dan membawa botol air ke manapun, memasak sederhana, terutama makanan vegetarian, dan menerapkan konsep "lebih sedikit lebih baik." Green Iftar Guide juga mendorong masyarakat untuk selalu membawa tas belanjaan sendiri dan menghindari kantong plastik dan kemasan yang tidak perlu. Jika berbuka puasa bersama, meminta tamu untuk membawa peralatan makan mereka sendiri, terutama jika tidak tersedia cukup peralatan yang dapat dipakai ulang.  Mereka yang berbuka puasa dianjurkan untuk menyumbangkan makanan ekstra bagi yang membutuhkan, serta memotivasi masyarakat untuk berbuka puasa ramah lingkungan.

Menjaga Bumi juga merupakan kegiatan yang selalu digaungkan oleh GreenFaith International Network, gerakan lingkungan dan iklim multi-agama di seluruh dunia.

Bulan lalu pada kampanye yang digagas GreenFaith bertema Sacred People, Sacred Earth – Untuk Manusia dan Bumi yang Suci, ribuan umat beragama di 43 negara, termasuk Indonesia, dengan dukungan dari lebih dari 200 pemimpin agama tingkat tinggi, meminta para pemimpin politik dan keuangan untuk memenuhi serangkaian tuntutan iklim yang ambisius di Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim akhir tahun ini.

Mereka menyerukan kepada pemerintah dan bank untuk segera mengakhiri dukungan bagi infrastruktur bahan bakar fosil dan deforestasi hutan tropis, serta memberi komitmen pada akses universal ke energi bersih dan terjangkau. Juga untuk memberlakukan kebijakan yang menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan dan transisi yang adil bagi pekerja dan masyarakat yang terkena dampak. Selain itu untuk mengeluarkan kebijakan dan pendanaan yang mendukung mereka yang terpaksa bermigrasi karena dampak iklim, dan hal-hal lainnya lagi.

Menurut Nana Firman, aktivis perubahan iklim dari Indonesia yang kini bermukim di Amerika Serikat dan merupakan Senior Ambassador GreenFaith,  sampai saat ini perubahan iklim belum dianggap sebagai masalah moral. (W)

BERITA TERKAIT

Krisis Iklim, NDC dan NZE

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D. Manager, Climate Reality Indonesia Sejak Persetujuan Paris, kesepakatan internasional tentang perubahan iklim pada 2015, istilah…

UMKM vs Milenial

Oleh: Firdaus Putra HC Ketua Komite Eksekutif ICCI (Indonesian Consortium Cooperative Inovation) Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan,…

PSC dan FSC

  Oleh: Siswanto Rusdi Direktur The National Maritime Institute (Namarin)   Ada kabar baik bagi dunia kemaritiman nasional. Diberitakan oleh…

BERITA LAINNYA DI

Krisis Iklim, NDC dan NZE

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D. Manager, Climate Reality Indonesia Sejak Persetujuan Paris, kesepakatan internasional tentang perubahan iklim pada 2015, istilah…

UMKM vs Milenial

Oleh: Firdaus Putra HC Ketua Komite Eksekutif ICCI (Indonesian Consortium Cooperative Inovation) Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan,…

PSC dan FSC

  Oleh: Siswanto Rusdi Direktur The National Maritime Institute (Namarin)   Ada kabar baik bagi dunia kemaritiman nasional. Diberitakan oleh…