Literasi Harus Ditransformasikan Kegiatan Produktif

Penduduk Indonesia tidak kurang dari 270 juta. Namun, jumlah bacaan yang beredar yang dimiliki perpustakaan umum di Indonesia hanya 22.318.083 eksemplar. Rasio antara buku dengan jumlah penduduk adalah 0,098. Angka yang masih sangat jauh dari ideal. “Ini adalah tugas bersama untuk pembudayaan kegemaran membaca antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat, "kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI, Deni Kurniadi dalam gelar wicara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) di Sumatera Selatan yang diselenggarakan Perpusnas dan Dinas Perpustakaan Sumsel di Palembang, Sumsel pada Kamis (8/4).

Maka itu, demi mengejar kondisi yang ideal, Perpusnas terus berupaya menjalin sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk menguatkan sisi hulu literasi. Penguatan sisi hulu literasi harus dilakukan agar sisi hilir literasi yakni budaya baca dan indeks literasi mengalami peningkatan.

Penguatan pada sisi hulu melibatkan peran negara (eksekutif, legislatif, yudikatif, TNI/Polri), pengarang/penulis buku, penerbit/perusahaan rekaman, dan penerjemah/penyadur sangat dibutuhkan untuk menjamin terbitnya regulasi yang mengatur distribusi bahan bacaan untuk memperkecil ketimpangan antarwilayah serta tersedianya anggaran belanja buku di setiap daerah.

Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, Perpusnas menyediakan layanan daring yang bisa diakses setiap saat dan gratis, di antaranya perpustakaan digital iPusnas, laman jurnal elektronik di e-Resources, serta laman yang berisikan naskah kuno Nusantara, yakni Khastara.

Maka demi mendukung terciptanya masyarakat dengan indeks literasi tinggi, Perpusnas menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Pada kesempatan tersebut, dilakukan jalinan nota kesepakatan antara Perpusnas dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dan 17 perguruan tinggi di Sumsel, diantaranya Universitas Katolik Musi Charitas dan Universitas Baturaja.

Sementara Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menyatakan perpustakaan merupakan hal yang esensial, sumber ilmu, dan menyimpan sejarah bangsa yang bernilai. Namun, ia menyayangkan masih ada sejumlah kabupaten/kota yang menganggap perpustakaan tidak penting. "Ini tantangan bagi kita semua. Jangan salahkan masyarakat kalau ada daerah yang tidak menyediakan perpustakaan," ujarnya.

Bahkan, Mawardi mengantongi data kalau di beberapa kabupaten/kota di Sumsel tidak diketahui di mana bangunan perpustakaannya. Yang dikenal hanya kantornya saja. “Tugas bersama mengingatkan bupati, kepala daerahnya di setiap kabupaten. Apalagi kadang-kadang mobil perpustakaan keliling, tidak ada. Bagaimana akan sukses apabila kita tidak sediakan fasilitasnya. Ini menjadi tugas bersama ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, Duta Literasi Sumsel Percha Leanpuri menjelaskan literasi bukan sekadar membaca dan menulis. Menurutnya, literasi adalah memahami apa yang dibaca dan didengar untuk menjadi dasar dalam memecahkan masalah sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. “Literasi juga ditransformasikan dengan kegiatan-kegiatan yang produktif. Kita sekarang bukan hanya hadir memberikan bahan bacaan tapi juga memberikan skill kepada masyarakat,” jelasnya.

 

BERITA TERKAIT

MDKA Buyback Saham Senilai Rp 530 Miliar

Emiten pertambangan emas, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) sebanyak-banyaknya 229.033.658 saham atau paling banyak…

Chandra Asri Bagikan Dividen US$ 38,5 Juta

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) memutuskan untuk membagikan dividen US$38,5 juta untuk tahun…

Ancol Siapkan Rp 14,25 Miliar Bayar Obligasi

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengaku telah menyiapkan dana sebesar Rp 14,25 miliar untuk membayar…

BERITA LAINNYA DI

MDKA Buyback Saham Senilai Rp 530 Miliar

Emiten pertambangan emas, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) sebanyak-banyaknya 229.033.658 saham atau paling banyak…

Chandra Asri Bagikan Dividen US$ 38,5 Juta

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) memutuskan untuk membagikan dividen US$38,5 juta untuk tahun…

Ancol Siapkan Rp 14,25 Miliar Bayar Obligasi

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengaku telah menyiapkan dana sebesar Rp 14,25 miliar untuk membayar…