BPKP Kawal Program Pertanian Sumsel Cegah Penyimpangan Dana

NERACA

Palembang - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berkomitmen mengawal akuntabilitas keuangan bidang pertanian di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menghindari terjadinya penyimpangan dana.

Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP Salamat Simanullang mengatakan program prioritas pertanian di juga perlu mendapat pengawalan yang menyangkut tata kelola keuangan pemda.

“Apalagi Sumsel memprioritaskan wilayah pertaniannya menjadi lumbung pangan nasional, maka perlu sinergitas untuk pengawasan program prioritas di daerah itu,” katanya saat Rapat Koordinasi Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan Tingkat Provinsi Sumsel, di Palembang, Selasa (6/4).

Menurutnya, dengan program yang semakin selaras antara pemerintah pusat, provinsi sampai dengan kabupaten/kota, maka gerak pembangunan dapat terintegrasi. Untuk mewujudkannya, pemerintah daerah harus benar-benar menyusun perencanaan yang sesuai dengan program pembangunan nasional.

Salamat menjelaskan BPKP telah merancang pengawasan atas akuntabilitas perencanaan dan penganggaran di daerah. Pengawasan tersebut sebagai sarana pemda guna memastikan efektivitas dan efisiensi rancangan program kegiatan sampai dengan subkegiatan.“Tentunya pengawasan ini melibatkan APIP (aparat pengawas intern pemerintah),” ujarnya lagi.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan kerja sama dengan BPKP menjadi Iangkah awal untuk mengawal tata kelola keuangan di Sumsel."Dukungan, kolaborasi, dan sinergitas menjadi kunci suksesnya pengawasan internal yang efektif dan efisien,” katanya pula.

Dia berharap, dengan adanya dukungan dari BPKP dan berbagai pihak dapat meningkatkan prestasi sektor pertanian di Sumsel, karena pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan tanpa kerja sama banyak pihak.

Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah ll Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudhiawan mengatakan pihaknya berharap kolaborasi pemda dengan badan pengawas dapat menekan celah-celah tindak pidana korupsi yang ada di sektor pertanian di Sumsel. “Sehingga semua anggaran dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani di Sumsel,” ujar dia.

Menurutnya, KPK mendorong untuk melakukan pencegahan dengan mengedepankan perbaikan sistem pertanian mulai dari perencanaan, pengadaan barang jasa dan manajemen aparatur sipil negara (ASN). Ant

 

BERITA TERKAIT

SesKemenkopUKM: Tidak Ada Pengurangan Jumlah Pelaku Usaha Formal dan Informal Hingga 30 Juta Orang

NERACA Jakarta - Jumlah pelaku usaha mikro dan kecil memang mengalami perubahan sebagai akibat dampak pandemi Covid-19."Namun, perubahan tersebut tidak…

Larangan Mudik, Doni Monardo: Jangan Ada Yang Keberatan Agar Tidak Menyesal

NERACA Bengkulu - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni…

Wuling Ambil Bagian di Indonesia International Motor Show Hybrid 2021

NERACA Jakarta - Wuling Motors (Wuling) mengambil bagian dalam pameran otomotif hybrid pertama di Indonesia dengan turut serta dalam Indonesia…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

SesKemenkopUKM: Tidak Ada Pengurangan Jumlah Pelaku Usaha Formal dan Informal Hingga 30 Juta Orang

NERACA Jakarta - Jumlah pelaku usaha mikro dan kecil memang mengalami perubahan sebagai akibat dampak pandemi Covid-19."Namun, perubahan tersebut tidak…

Larangan Mudik, Doni Monardo: Jangan Ada Yang Keberatan Agar Tidak Menyesal

NERACA Bengkulu - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni…

Wuling Ambil Bagian di Indonesia International Motor Show Hybrid 2021

NERACA Jakarta - Wuling Motors (Wuling) mengambil bagian dalam pameran otomotif hybrid pertama di Indonesia dengan turut serta dalam Indonesia…