Gelar Rights Issue - Summarecon Targetkan Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA

Jakarta- Emiten properti, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menargetkan dana sebesar Rp 1,5 triliun dari rights issue. Dimana dana tersebut akan digunakan perseroan untuk memperkuat struktur permodalan, pembayaran utang dan modal kerja untuk percepat pengembangan usaha baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Adrianto P Adhi, Presiden Direktur Summarecon Agung, rights issue ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perseroan, sehingga dapat menambah kemampuan untuk meningkatkan kegiatan usaha, kinerja dan daya saing perseroan. “Dengan meningkatnya kinerja dan daya saing perseroan, diharapkan pula dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham perseroan,”ujarnya.

Summarecon memandang optimis pertumbuhan pasar properti di tanah air. Dengan berbagai dukungan dari regulasi pemerintah, turunnya angka penularan Covid-19 yang disertai kegiatan vaksinasi massal akan mendukung pemulihan penjualan properti secara bertahap. Maka dengan demikian, kinerja perseroan di masa mendatang juga akan semakin meningkat seiring dengan berkembangnya skala usaha perseroan melalui pengembangan produk-produknya yang inovatif dan berkualitas yang akan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi seluruh stakeholder.

Sebagai informasi, pada tanggal 1 April 2021, PT Summarecon Agung Tbk telah menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan agenda persetujuan atas penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) kepada para pemegang saham yang akan dilakukan oleh perseroan melalui mekanisme penawaran umum terbatas kedua (“PUT II”). Dalam hal ini pemegang saham mayoritas SMRA telah menyatakan akan ikut mengeksekusi haknya dan harga pelaksanaan rights issue akan ditentukan kemudian.

Sepanjang tahun 2020, SMRA membukukan pendapatan sebesar Rp 5,02 triliun atau terkoreksi 15,34% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 5,94 triliun. Menyusutnya perolehan pendapatan ikut menekan perolehan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 65,08% menjadi Rp179,83 miliar dari sebelumnya Rp514,98 miliar. Dari sisi jumlah aset, perseroan mencatatkan pertumbuhan jumlah aset sebesar 1,97% menjadi Rp24,92 triliun pada akhir 2020. Adapun, ekuitas berkurang 3,87% menjadi Rp9,08 triliun dan liabilitas naik 5,65% menjadi Rp15,83 triliun.

 

BERITA TERKAIT

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…