ShopeePay Kuasai 38 Persen Pasar Transaksi di Indonesia

 

NERACA

Jakarta - Transaksi uang elektronik menggunakan aplikasi dompet digital atau e-wallet terus meningkat. Bahkan kini semakin populer digunakan dalam berbagai bentuk transaksi sehari-hari. Selain menawarkan aspek lebih praktis, aman, cepat, dan menguntungkan, penggunaan e-wallet juga dianggap lebih aman dan sesuai dengan protokol kesehatan di kala pandemi belum usai. 

Survei konsumen secara online yang dilakukan oleh Snapcart selama kuartal 1 tahun 2021, menemukan bahwa ShopeePay, brand e-wallet yang dilansir oleh kelompok situs belanja online Shopee, merupakan brand e-wallet yang paling diingat, paling sering digunakan, dan paling disukai konsumen Indonesia. Hal ini terefleksikan dari bagaimana ShopeePay berhasil mengambil porsi lebih dari 38 persen pasar transaksi e-wallet di Indonesia, baik online maupun offline.

“Ini capaian yang luar biasa, karena ShopeePay boleh dibilang pendatang baru. Namun, karena kompatibel dengan portal belanja online terbesar di Indonesia, Shopee, sehingga cepat berkembang,” ujar Astrid Williandry, Direktur Snapcart Indonesia, sebagaimana dikutip dalam keterangannya, Senin (29/3).

Hasil survei Snapcart berdasarkan data jumlah pengguna e-wallet pada bulan Maret 2021, ShopeePay merupakan e-wallet yang paling banyak digunakan (76%), disusul oleh Gopay (57%), Ovo (54%), Dana (49%), dan LinkAja (21%). “Dari hasil survey, lima brand ini yang paling banyak digunakan konsumen dalam melakukan pembayaran dengan uang digital. Mereka sangat populer karena rajin melakukan promosi dan menjalin kerja sama dengan berbagai macam merchant,” tambah Astrid Williandry.

Mendominasi Pembayaran

Dari data frekuensi penggunaan e-wallet untuk pembayaran digital dalam 3 bulan survei, ShopeePay merupakan e-wallet yang paling sering digunakan (10,7X) secara frekuensi pembayaran uang digital melalui platform online maupun offline yang dilakukan dalam satu bulan. Diikuti Ovo (7,3X), Dana Dana (7,2X%), serta Gopay dan LinkAja (masing-masing 7,1X).

“Ini temuan yang menarik. Pemakaian ShopeePay untuk pembayaran offline kini semakin meningkat bersamaan dengan peningkatan pemakaian online. Hal ini menunjukkan ShopeePay semakin luas digunakan oleh berbagai macam merchant untuk menerima pembayaran digital,” tambah Astrid Williandry. Contoh offline misalnya pengunaan ShopeePay untuk pembayaran digital di berbagai merchant kuliner dan toko retail melalui aplikasi ShopeePay yang ada di smartphone kita. Sedang contoh online misalnya ketika kita melakukan pembayaran belanja di portal Shopee.

Dari data nominal omset rata-rata per bulan transaksi e-wallet dari lima brand terkemuka tersebut di atas terlihat penguasaan pasar transaksi e-wallet dari ShopeePay juga terus meningkat di pembuka tahun 2021. Data Maret 2021 menunjukkan bahwa ShopeePay berhasil mengambil 38% porsi total pangsa pasar transaksi e-wallet, diikuti oleh Ovo (19%), Gopay (19%), Dana (17%), dan LinkAja (7%).

Dalam survei Snapcart, responden juga diminta untuk memilih brand e-wallet yang paling membantu dan mempermudah konsumen dalam berbelanja online. Pada Maret 2021, ShopeePay muncul menjadi pilihan utama konsumen (59%), diikuti oleh Ovo (18%), Gopay (9%), Dana (10%), dan LinkAja (4%). Temuan ini juga sejalan dengan hasil pertanyaan tentang e-wallet yang paling dipercayakan oleh konsumen. Di mana ShopeePay berhasil menjadi kepercayaan konsumen Indonesia (39%), diikuti Ovo (18%), Dana (18%), Gopay (17%), dan LinkAja (9%).

“Dengan didukung platform Shopee yang memiliki jaringan ratusan ribu merchant di seluruh Indonesia dalam berbagai kategori; dari makanan dan minuman, fashion, eletronik, hobby, logistik, hingga merchant sosial seperti donasi, membuat ShopeePay sangat disukai semua lini konsumen. Karena menawarkan banyak kemudahan berbelanja,” tambah Astrid Williandry.  Selain itu, dengan banyak dan beragam fitur menarik dan paket promo yang ditawarkan Shopee, membuat ShopeePay banyak dipilih oleh masyarakat.

BERITA TERKAIT

Pandemi Ubah Cara Mengelola Keuangan Digital Savvy

NERACA Jakarta - Jenius, solusi life finance untuk masyarakat melek digital (digital savvy) dari Bank BTPN, meluncurkan program #LakukanDenganCaramu. Melalui…

CLFI Berencana Percepat Transisi Energi untuk Indonesia

  NERACA Jakarta - Climate Finance Leadership Initiative (CLFI), sebuah organisasi yang didirikan dan diketuai oleh Utusan Khusus PBB untuk…

Unrealized Loss Disebut Merugikan Negara, Investor Saham BUMN Bakal Kabur

  NERACA Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, ramai diperbincangkan kasus unrealized loss investasi saham yang dialami PT Asuransi Jiwasraya…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Pandemi Ubah Cara Mengelola Keuangan Digital Savvy

NERACA Jakarta - Jenius, solusi life finance untuk masyarakat melek digital (digital savvy) dari Bank BTPN, meluncurkan program #LakukanDenganCaramu. Melalui…

CLFI Berencana Percepat Transisi Energi untuk Indonesia

  NERACA Jakarta - Climate Finance Leadership Initiative (CLFI), sebuah organisasi yang didirikan dan diketuai oleh Utusan Khusus PBB untuk…

Unrealized Loss Disebut Merugikan Negara, Investor Saham BUMN Bakal Kabur

  NERACA Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, ramai diperbincangkan kasus unrealized loss investasi saham yang dialami PT Asuransi Jiwasraya…