Sempat Terkoreksi, Saham BEBS Rebound dan Berada di Posisi ARA

 

NERACA

Jakarta – Menggunakan kode saham BEBS, PT Berkah Beton Sadaya (BBS) Tbk. mengalami dinamisasi yang cukup menarik. Saham BEBS sempat terkoreksi namun dalam waktu singkat mampu rebound dan kembali berada di posisi ARA. Berdasarkan data RTI, Saham BEBS diperdagangkan pada Kamis (25/3) sebanyak 9.799 kali dengan Volume 75,39 juta lembar dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 38,77 miliar.

Dikabarkan saham BEBS di efek syariah sempat terkoreksi selama 3 hari berturut-turut. Catatan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pada perdangan Senin (22/3) menunjukan BEBS mengalami koreksi turun Rp40 atau 6.78 persen ke Rp550. Hingga Rabu (24/3) BEBS berada di harga terendah Rp448.

Namun tak lama saham BEBS kembali rebound dan kembali berada di posisi ARA (Auto Rejection Atas). Perdagangan saham pada Kamis(25/3), berdasarkan data dari RTI, saham BEBS menguat Rp120 atau 25 persen ke Rp600. Saham BEBS diperdagangkan sebanyak 9.799 kali dengan volume 75,39 juta lembar dengan nilai transaksi harian mencapai Rp38,77 miliar.

Lonjakan yang signifikan tersebut menunjukan emiten BEBS sangat dinamis di bursa saham. Tentu ini akan menjadi catatan yang penting untuk kembali membangun kepercayaan para investor. Dinamisasi saham tidak hanya terjadi di saham BEBS yang baru melantai di pasar bursa. Tapi juga dialami saham di banyak emitan lainnya yang merupakan pemain lama. Dinamisasi tersebut dipengaruhi oleh kondisi pandemi sehingga trust value masyarakat pasar saham masih labil terutama di saham-saham baru.

“Sebagai pemain baru BEBS terus membangun kepercayaan para investor di bursa saham. Salah satunya adalah dengan menggenjot produktifitas dengan pengadaan investasi fasilitas produksi dan suplay bahan baku,” kata Hasan Muldhani, Direktur Utama Berkah Beton Sadaya, sebagaimana dikutip dalam keterangannya, (25/3).  

Baru-baru ini BBS juga telah melakukan aksi konsolidasi rekanan dengan menandatangani kontrak suplai batu dan pasir senilai Rp416 miliar. Kontrak Kerjasama melibatkan rekanan dua perusahaan yakni PT Sinar Pasogit Quarry (SPQ) dan PT Rimba Jaya Semesta (RJS).

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh masing-masing Direktur dan GM perusahaan pada hari Jumat 19 Maret 2021 di Subang Jawa Barat. Penandatanganan kontrak pertama antara Berkah Beton Sadaya dengan SPQ meliputi kewajiban rekanan untuk mensuplai pasir cor sebanyak 1.800.000m³ senilai Rp 306 miliar selama kurun 5 tahun ke depan. Sementara penandatanganan kontrak kedua dengan PT Rimba Jaya Semesta menyangkut suplai Batu Split sebesar 1.000.000m³ senilai 110 M untuk kurun waktu yang sama.

Sebagaimana diketahui BBS telah memutuskan untuk go public. Emiten yang bergerak di bidang industri, konstruksi, perdagangan besar dan penggalian tersebut sudah masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham BEBS. Pertanggal 25 Februari 2021 kemarin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah resmi menerbitkan satu Keputusan Dewan Komisioner terkait dengan penetapan efek Syariah nomor KEP-08/D.04/2021.

BERITA TERKAIT

Pandemi Ubah Cara Mengelola Keuangan Digital Savvy

NERACA Jakarta - Jenius, solusi life finance untuk masyarakat melek digital (digital savvy) dari Bank BTPN, meluncurkan program #LakukanDenganCaramu. Melalui…

CLFI Berencana Percepat Transisi Energi untuk Indonesia

  NERACA Jakarta - Climate Finance Leadership Initiative (CLFI), sebuah organisasi yang didirikan dan diketuai oleh Utusan Khusus PBB untuk…

Unrealized Loss Disebut Merugikan Negara, Investor Saham BUMN Bakal Kabur

  NERACA Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, ramai diperbincangkan kasus unrealized loss investasi saham yang dialami PT Asuransi Jiwasraya…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Pandemi Ubah Cara Mengelola Keuangan Digital Savvy

NERACA Jakarta - Jenius, solusi life finance untuk masyarakat melek digital (digital savvy) dari Bank BTPN, meluncurkan program #LakukanDenganCaramu. Melalui…

CLFI Berencana Percepat Transisi Energi untuk Indonesia

  NERACA Jakarta - Climate Finance Leadership Initiative (CLFI), sebuah organisasi yang didirikan dan diketuai oleh Utusan Khusus PBB untuk…

Unrealized Loss Disebut Merugikan Negara, Investor Saham BUMN Bakal Kabur

  NERACA Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, ramai diperbincangkan kasus unrealized loss investasi saham yang dialami PT Asuransi Jiwasraya…