Orisinalitas Produk Jadi Prioritas - Channel JD.ID Paling Banyak Dipilih Masyarakat

Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda bangsa Indonesia, berbagai dampak hampir dirasakan di semua lini dan yang paling mencolok adalah tren penggunaan teknologi digital meningkat tajam seperti belanja secara online melalui e-commerce. Berdasarkan hasil riset MarkPlus, dari berbagai kategori yang tersedia, produk elektronik menjadi salah satu yang banyak diburu oleh masyarakat selama 12 bulan terakhir.

Selain itu, 10 kategori produk yang paling banyak dibeli adalah produk digital, fesyen, beauty/kecantikan, makanan dan minuman, perlengkapan rumah, gadget, high-end fesyen, elektronik rumah tangga, perlengkapan ibu/bayi/anak-anak serta sports & lifestyle. Tidak heran jika produk digital serta elektronik rumah tangga menjadi salah satu kategori yang banyak dibeli, mengingat aktivitas work from home (WFH) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi anak sekolah masing berlangsung hingga saat ini.

Sebanyak 34% responden membeli produk gadget di masa pandemi dan pembelian produk elektronik rumah tangga meningkat akibat tren home cooking. “Selain produk digital seperti pulsa, paket data dan token listrik, 34% responden membeli smartphone, tablet dan gadget selama setahun terakhir. 26% membeli produk elektronik rumah tangga  seperti  oven, microwave, blender dan mixer. Mereka juga mulai concern pada aspek originalitas,” kata Head of High Tech, Property & Consumer Good Industry MarkPlus, Inc. Rhesa Dwi Prabowo dalam press conference MarkPlus Insight di Jakarta, Kamis (4/3).

Begitu banyaknya produk elektronik yang ditawarkan perusahaan e-commerce, rupaya membuat jeli masyarakat dalam memilih produk dan termasuk e-commerce yang dipercaya. Pada umumnya, kata Rhesa, masyarakat mencari e-commerce yang menawarkan garansi produk, punya reputasi yang baik dan kredibel serta partnership dengan brand atau merchants terpercaya. Hal inilah yang membuat brand seperti JD.ID dipercaya sebagai e-commerce untuk membeli produk elektronik yang original.

Dirinya juga menambahkan, hasil riset menunjukkan dari top 5 brand e-commerce yang menyediakan produk elektronik, JD.ID dinilai oleh 51% responden sebagai brand e-commerce paling banyak dipilih sebagai channel untuk membeli produk elektronik khususnya kategori elektronik rumah tangga. Diikuti oleh Tokopedia 50%, Lazada 34%, Shopee 29%, dan Blibli sebesar 26%. Selain itu, untuk kategori elektronik rumah tangga, JD.ID menjadi brand E-Commerce yang paling banyak digunakan untuk membeli produk tersebut.

Menurut Rhesa, masyarakat mulai memperhatikan aspek orisinalitas produk elektronik mengingat harga yang dikeluarkan untuk membeli produk tersebut cukup mahal. Sehingga, mereka berharap barang elektronik yang dibeli melalui E-Commerce berfungsi dengan baik meskipun digunakan dalam kurun waktu cukup lama. Peringkat brand E-Commerce yang paling dipercaya sebagai channel pembelian produk orisinil secara online yaitu JD.ID pada posisi pertama, diikuti oleh Tokopedia, Shopee, Blibli, Lazada dan Bukalapak.

 

BERITA TERKAIT

MDKA Buyback Saham Senilai Rp 530 Miliar

Emiten pertambangan emas, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) sebanyak-banyaknya 229.033.658 saham atau paling banyak…

Chandra Asri Bagikan Dividen US$ 38,5 Juta

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) memutuskan untuk membagikan dividen US$38,5 juta untuk tahun…

Ancol Siapkan Rp 14,25 Miliar Bayar Obligasi

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengaku telah menyiapkan dana sebesar Rp 14,25 miliar untuk membayar…

BERITA LAINNYA DI

MDKA Buyback Saham Senilai Rp 530 Miliar

Emiten pertambangan emas, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) sebanyak-banyaknya 229.033.658 saham atau paling banyak…

Chandra Asri Bagikan Dividen US$ 38,5 Juta

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) memutuskan untuk membagikan dividen US$38,5 juta untuk tahun…

Ancol Siapkan Rp 14,25 Miliar Bayar Obligasi

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengaku telah menyiapkan dana sebesar Rp 14,25 miliar untuk membayar…