Laba Bersih Adaro Energy Terkoreksi 63,86%

NERACA

Jakarta – Di tahun 2020, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatatkan laba bersih US$ 146,92 juta atau anjlok 63,86% dibanding pencapaian di akhir tahun 2019 sebesar US$ 404,19 juta. Alhasil, laba bersih diatribusikan kepada pemilik induk turun menjadi US$ 0,00459 per saham bila dibandingkan akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 0,01264 per saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Presiden Direktur ADRO, Garibaldi Thohir, hasil kinerja itu merefleksikan daya tahan model bisnis yang terintegrasi, berkat fokus pada efisiensi dan keunggulan operasional di seluruh lini bisnis.”Walaupun harus menghadapi banyak tantangan, dari pandemi global sampai cuaca yang tidak mendukung, kami mampu memenuhi panduan produksi batu bara dan EBITDA operasional yang telah direvisi,”ujarnya.

Walaupun perseroan memperkirakan bahwa pemulihan ekonomi global akan membawa dampak positif terhadap industri, pihaknya akan tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian yang ada. Perseroan, lanjut Garibaldi, tetap berfokus untuk meningkatkan keunggulan operasional, pengendalian biaya, dan efisiensi, serta melanjutkan eksekusi terhadap strategi demi kelangsungan bisnis.

Selain penurunan laba bersih, pendapatan usaha emiten pertambangan batu bara ini juga terkoreksi 27% menjadi US$ 2,535 miliar dibandingkan tahun 2019. Hal itu disebabkan penurunan 18% pada harga jual rata-rata (ASP) dan penurunan 9% pada volume penjualan. Terlebih, perseroan mencatatkan penurunan 6% pada volume produksi menjadi sebesar 54,53 juta ton atau sedikit lebih tinggi daripada panduan tahun 2020 yang telah direvisi menjadi 52-54 juta ton.

Perseroan beralasan, kondisi makro dan industri yang sulit akibat pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang besar terhadap permintaan batu bara dan harga batu bara global pada tahun 2020.  Sementara itu, beban pokok pendapatan pada tahun 2020 tercatat turun 21% secara tahunan menjadi US$ 1,958 miliar. Hal ini disebabkan penurunan nisbah kupas maupun harga bahan bakar. Nisbah kupas tahun ini mencapai 3,84x, di bawah panduan yang ditetapkan sebesar 4,3x, karena kondisi cuaca yang tidak mendukung di hampir sepanjang 2020.

BERITA TERKAIT

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…