Danai Pengembangan Hotel - Sunter Lakeside Lepas 150 Juta Saham IPO

NERACA

Jakarta – Masih terjaganya stabilitas pasar modal di tengah pandemi menjadi alasan maraknya minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dan salah satunya PT Sunter Lakeside Hotel Tbk. Perusahaan dibidang perhotelan ini bakal melepas 150 juta saham. Disebutkan, masa penawaran saham akan dilakukan hingga 8 Maret 2021.

Perseroan dalam prospektus ringkasnya di Jakarta, kemarin disebutkan, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham perseroan untuk keperluan pengembangan hotel yang dilakukan bertahap sesuai strategi bisnis perseroan. Perusahaan akan mengembangkan fasilitas utama dan fasilitas penunjang hotel dan juga melalui program renovasi long stay room yang akan dilaksanakan dalam dua tahun.

Disebutkan, 32,22% dana hasil IPO akan digunakan pada tahun 2021. Sisanya 67,78% digunakan di tahun 2022. Adapun, Sunlake Hotel berlokasi di Jl. Danau Permai Raya Blok C1 Sunter, Jakarta Utara. Saat ini perseroan tercatat memiliki 300 juta saham, di mana 45% sahamnya atau 135 juta saham dimiliki oleh Unilink Ventures Inc. Dengan demikian, setelah IPO, Sunlake mencatatkan 450 juta sahamnya di Bursa Eek Indonesia.

Kemudian untuk perkiraan penawaran umum akan mulai berlangsung pada 18-19 Maret 2021. Perkirakan tanggal penjatahan 22 Maret 2021, perkiraan distribusi saham dan pengembalian uang pemesanan tanggal 23 Maret 2021. Mengenai pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan pada 24 Maret 2021.

Sunlake Hotel akan melepas sebanyak-banyaknya 150 juta saham baru atau sebanyak-banyaknya sebesar 33,33% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana saham dengan nilai nominal Rp100 setiap saham. Kemudian bertindak penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini yaitu PT Victoria Sekuritas Indonesia dan belum memiliki penjamin emisi efek. Para penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek menjamin secara kesanggupan penuh terhadap penawaran saham perseroan.

Sebagai informasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan IPO. Sampai dengan tanggal 26 Februari 2021, kata Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, terdapat 27 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI dan saat ini masih menjalani proses evaluasi pencatatan saham.

Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah tujuh perusahan Kemudian, terdapat sektor basic materials dan technology terdiri atas empat perusahaan. Kemudian, sektor consumer non-cyclicals, sektor properties & real estate dan sektor energy terdiri atas tiga perusahaan. Lalu, sektor industrials terdapat dua perusahaan dan sektor infrastructures satu perusahaan. Kemudian, sektor transportation & logistics serta sektor energy terdapat masing-masing satu perusahaan. Selain itu, terdapat dua perusahaan yang sektor atau klasifikasi masih dalam proses evaluasi.

BERITA TERKAIT

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…