12 BUMN Siap IPO Tiga Tahun Mendatang

NERACA

Jakarta – Masih sedikitnya perusahaan BUMN yang tercatat di pasar modal menjadi alasan bagi Menteri BUMN Erick Thohir untuk terus perbanyak BUMN go public. Bahkan dirinya menargetkan sebanyak 8-12 perusahaan BUMN melakukan go public dalam kurun tiga tahun mendatang. "BUMN tiga tahun ke depan akan IPO 8-12 perusahaan BUMN transformasi agar bisa berjalan GCG," kata Erick di Jakarta, kemarin.

Dirinya akan mendorong perusahaan BUMN untuk menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham sebagai langkah untuk mendukung transformasi dan memperkuat good corporate governance (GCG). Sebelumnya Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna Setya pernah bilang, performa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) rata-rata naik sejak masuk menjadi emiten di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO.

Disampaikannya, saat ini sudah tercatat 15 BUMN dan 21 anak BUMN, di mana dari 20 besar kapitalisasi pasar seluruh perusahaan yang tercatat di BEI terdapat 5 BUMN dan anak BUMN yang masuk ke dalam daftar tersebut,”Secara fundamental, perusahaan-perusahaan tercatat BUMN dan anak BUMN mencatatkan kinerja keuangan yang baik. Sejak IPO, rata-rata perusahaan mencatatkan kenaikan performa yang cukup signifikan dari sisi pertumbuhan aset, pendapatan dan juga laba bersih," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain sisi fundamental, kinerja emiten BUMN juga tercermin dari valuasi perusahaan-perusahaan tersebut di pasar, dimana rata-rata perusahaan tercatat BUMN dan anak BUMN mencatatkan valuasi yang terus bertumbuh secara jangka panjang sejak IPO. Nyoman mengatakan, BEI senantiasa berharap kinerja emiten-emiten BUMN dapat terus meningkat dengan tetap selalu memperhatikan regulasi dan ketentuan yang berlaku, serta mengedepankan transparansi kepada investor publik,”BEI menyambut baik BUMN dan entitas anak untuk dapat melakukan IPO serta menjadi perusahaan tercatat di BEI. Kami pun dengan senang hati memberikan dukungan kepada BUMN dan entitas anak untuk mendapatkan informasi terkait dengan IPO dengan serangkaian kegiatan edukasi atau pendampingan kepada manajemen dan tim perusahaan," kata Nyoman.

Menurutnya, IPO BUMN dan anak BUMN sampai dengan saat ini sangat disambut baik oleh investor. Hal tersebut tercermin dari cukup aktifnya saham-saham yang ditransaksikan oleh para investor.

BERITA TERKAIT

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…