Pulihkan Ekonomi, LPEI Bantu UMKM Masuki Global Marketplace

 

NERACA

Jakarta – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berkomitmen mendukung pemulihan sektor ekonomi, terutama untuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sebagaimana ditugaskan pemerintah. Dalam hal ini, LPEI siap membantu UMKM agar dapat menembus pasar global sekaligus memfasilitasi agar produknya dapat dipromosikan di global marketplace seperti Alibaba.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Advisory Services Indonesia Eximbank Gerald Setiawan Grisanto dalam Webinar dengan tema ’’Dukungan Pemerintah Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menegah dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional” di Jakarta, Rabu (24/2). LPEI mendorong agar semua pihak bersinergi supaya proses pemulihan ekonomi terutama sektor UMKM berorientasi ekspor dapat bangkit lebih cepat. "Kami akan fokus memberikan dukungan bantuan pada UMKM terdampak Covid-19 terutama UMKM yang berorientasi ekspor," ujar Gerald.

Gerald menambahkan, LPEI memiliki peran yang lebih luas dibandingkan perbankan biasa karena mampu memberikan pembiayaan, penjaminan, juga jasa konsultasi yang dapat dilakukan secara beriringan. Peran tersebut diberikan kepada LPEI agar mampu mendorong pertumbuhan ekspor.

Dijelaskan, untuk UMKM yang telah melakukan ekspor, memungkinkan mendapatkan pembiayaan komersial dari LPEI. Sementara bagi UMKM yang belum ekspor tapi sudah berorientasi ekspor, LPEI telah bersinergi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bea Cukai untuk membantu melalui berbagai program. “Salah satunya adalah program CPNE (Coaching Program for New Exporters) sehingga diharapkan para UMKM dapat melakukan ekspor, mampu mengelola bisnis lebih baik, dan memperkuat relasi,” kata Gerald.

Disampaikan Gerald, usaha yang di support dalam rangka ekspor, seperti UMKM yang menjadi supplier kepada eksportir. Jika UMKM belum melakukan ekspor, maka dapat mengikuti program jasa konsultasi dengan biaya yang sangat ringan. Tahun ini UMKM di daerah Solo, Bali, Medan, akan mendapatkan pelatihan dari LPEI.

Sumiaji, salah satu pelaku UMKM kerajinan, yang mendapat pelatihan dari program CPNE LPEI, mengaku sangat terbantu karena kini dapat melakukan ekspor, mampu mengelola usaha dengan lebih disiplin, juga memperoleh relasi yang lebih luas sehingga produknya dapat menembus pasar global.

“Pada 2014, kami ikut CPNE LPEI selama hampir satu tahun. Pada April 2015 kami sudah mampu melakukan ekspor perdana sebanyak satu kontainer. Produk kami di ekspor ke Ukraina, Amerika, juga negara Eropa. Semasa pandemi, kami tetap mampu melakukan ekspor hingga dua kontainer per bulan. Bahkan mendapat kontrak satu tahun untuk ekspor ke Malaysia. Kami mendapat banyak manfaat dari program CPNE LPEI,” tutur Sumiaji.

Di masa pandemi, ia pun aktif bersinergi berkolaborasi dengan para UMKM berorientasi ekspor lainnya, untuk bersama-sama membuka pasar dan mencari solusi jika ada kendala. Misalnya, bersama berbagi beban dalam hal pengurusan biaya kontainer untuk ekspor produk. Ini perlu dilakukan agar dalam proses ekspor tidak terjadi delay yang lama.

Berdasarkan pengalamannya tersebut, Sumiaji mengajak para UMKM agar mulai disiplin mengelola keuangan, melakukan pencatatan, karena hal itu menjadi salah satu syarat agar mereka mendapatkan dukungan dari LPEI.

“Terimakasih kepada LPEI yang sudah membantu, kami jadi paham proses ekspor, kami juga akan berbagi pengetahuan terkait ilmu ekspor ke UMKM lain. Banyak manfaat ikut program CPNE LPEI seperti berkesempatan ikut pameran, mengelola bisnis lebih baik, mendapat relasi untuk memperkuat bisnis,” ucap Sumiaji.

BERITA TERKAIT

SiCepat Perluas Brand Awareness bersama Citilink

NERACA Jakarta - PT. SiCepat Ekspres Indonesia (SiCepat Ekspres) gencar melalukan strategi marketing melalui inovasi produk dan inovasi digital marketing.…

1,5 juta Warga Jatim akan Diliterasi Digital Hingga 2024

NERACA  Jakarta - 1,5 juta warga Jawa Timur ditarget akan lteriterasi digital hingga tahun 2024 melalui serangkaian kegiatan digital yang…

Bulan Mutu Karantina 2021, KKP Lepas Produk Ekspor Senilai Rp1 Triliun

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor produk perikanan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

SiCepat Perluas Brand Awareness bersama Citilink

NERACA Jakarta - PT. SiCepat Ekspres Indonesia (SiCepat Ekspres) gencar melalukan strategi marketing melalui inovasi produk dan inovasi digital marketing.…

1,5 juta Warga Jatim akan Diliterasi Digital Hingga 2024

NERACA  Jakarta - 1,5 juta warga Jawa Timur ditarget akan lteriterasi digital hingga tahun 2024 melalui serangkaian kegiatan digital yang…

Bulan Mutu Karantina 2021, KKP Lepas Produk Ekspor Senilai Rp1 Triliun

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor produk perikanan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai…