Cari Modal Lewat Private Placement - Merdeka Copper Bakal Terbitkan 1 Miliar Saham

NERACA

Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Januari 2021, perseroan mendapatkan izin untuk melakukan PMTHMETD. Dimana perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.007.259.165 atau 1 miliar dalam PMTHMETD tersebut.

Pengumuman pelaksanaan PMTHMETD kepada masyarakat dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Februari 2021. Jadwal penerbitan saham hasil private placement 4 Maret 2021. Adapun, jadwal pencatatan saham tambahan hasil private placement pada 5 Maret 2021. Pengumuman keterbukaan hasil pelaksanaan private placement kepada masyarakat dan OJK pada 5 Maret 2021.

Sementara itu, Merdeka Copper Gold juga merancang penerbitan obligasi dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun. Berdasarkan prospektus, emiten pertambangan ini bakal menerbitkan obligasi berkelanjutan II Merdeka Copper Gold Tahap I Tahun 2021 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun dalam dua seri.

Seri pertama memiliki tenor 367 hari setelah obligasi diterbitkan, sedangkan seri kedua memiliki tenor 3 tahun sejak tanggal emisi. Obligasi itu diterbitkan tanpa jaminan. Adapun, obligasi tersebut termasuk ke dalam program penawaran umum berkelanjutan (PUB) II dengan target dana dihimpun mencapai Rp3 triliun. Manajemen Merdeka Copper Gold menjelaskan bahwa dana segar hasil emisi obligasi itu akan digunakan untuk melunasi sebagian utang dan modal kerja anak usaha.

Disebutkan, sekitar 23% dana hasil emisi digunakan membayar seluruh jumlah pokok utang yang timbul berdasarkan perjanjian fasilitas bergulir mata uang tunggal US$25 juta tanggal 23 Desember 2020. Sekitar 11% untuk modal kerja entitas usaha PT Bumi Suksesindo (BSI) untuk mendanai proyek Tembaga Tujuh Bukit dalam rangka menyusun pra studi kelayakan. Sementara itu, sisanya 66% akan digunakan modal kerja anak usaha, termasuk PT BSI, PT Batutua Tembaga Raya (BTR), dan PT Batutua Kharisma Permai.

Obligasi ini mendapatkan peringkat A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Indopremier Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas, sedangkan penjamin emisi akan ditentukan kemudian. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. akan bertindak sebagai wali amanat. Di sisi lain, obligasi ini direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 29 Maret 2021 dengan masa penawaran umum pada 23 dan 24 Maret 2021.

BERITA TERKAIT

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…