Bank DBS Berikan USD 60 Juta untuk Mendukung Pertumbuhan Ekspor Chandra Asri

NERACA

Singapore - Bank DBS mengumumkan memberikan fasilitas perdagangan terstruktur senilai USD60 juta kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri), untuk mendukung upaya Perseroan dalam meningkatkan pertumbuhan ekspor produk petrokimia dari Indonesia.

Chandra Asri adalah produsen petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia dan mengoperasikan satu-satunya Naphtha Cracker yang memproduksi Olefins (Ethylene, Propylene), Pygas dan Mixed C4, serta Polyolefins (Polyethylene dan Polypropylene). Belum lama ini, Chandra Asri telah menyelesaikan pembangunan pabrik Butene 1 dan Methyl Tert-Butyl Ether (MTBE) yang pertama kalinya di Indonesia pada tahun 2020 dengan tepat waktu di tengah masa pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk mengintegrasikan secara vertikal, mendukung konsumsi domestik, dan meningkatkan penjualan ekspor monomer dan polimer dari Indonesia untuk meningkatkan neraca pembayaran negara.

Bank DBS telah memberikan fasilitas kepada Chandra Asri, sebagai nasabah korporat sejak tahun 2005, dengan berbagai layanan perbankan, seperti digital banking, cash management, fasilitas perdagangan, treasury, debt capital market, dan pembiayaan yang berfokus pada kebutuhan Chandra Asri secara komprehensif.

Tan Su Shan, Group Head of Institutional Banking Bank DBS mengatakan, “Kami senang dapat melanjutkan kemitraan panjang kami dengan Chandra Asri, sebagai perusahaan petrokimia terkemuka di Indonesia, selama bertahun-tahun. Solusi pembiayaan perdagangan yang terstruktur secara unik ini memberi Chandra Asri kemampuan untuk mencapai, skala, dan mendiversifikasi akses ke pembiayaan kompetitif . Kami berharap dapat terus bekerja dengan Perseroan dan membantu lebih banyak perusahaan dari Indonesia berkembang dan tumbuh secara internasional."

Seperti diketahui, DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 18 pasar, berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS berada dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Cina, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" DBS termasuk yang tertinggi di dunia.

 DBS pun mengakui gairah, tekad, dan semangat 29.000 karyawannya, yang mewakili lebih dari 40 kebangsaan.

 Berbeda dengan fasilitas perdagangan biasanya,  struktur fasilitas yang diberikan kepada Chandra Asri ini secara unik mengintegrasikan kombinasi dari produk perdagangan untuk memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan. Hal ini menjawab kebutuhan perdagangan perusahaan dan memberikan fleksibilitas bagi Chandra Asri untuk meningkatkan fasilitas ini secara cepat pada saat pertumbuhan ekspor perusahaan meningkat di masa depan.

 “Rekam jejak Bank DBS yang sangat baik dalam memahami kebutuhan klien, menjalankan struktur yang kompleks, dikombinasikan dengan fokus mereka pada kemitraan jangka panjang telah dan terus menjadi elemen kunci dari kekuatan mereka. Kami senang dapat melanjutkan hubungan yang kuat dengan Bank DBS melalui fasilitas perdagangan terstruktur yang inovatif dan elegan, yang mendukung rencana strategis kami untuk pertumbuhan ekspor produk petrokimia.” tambah Erwin Ciputra, Presiden Direktur Chandra Asri.

Sekedar catatan, Chandra Asri Petrochemical adalah perusahaan petrokimia terintegrasi yang terbesar di Indonesia yang memproduksi Olefins dan Polyolefins. Perusahaan ini menggabungkan teknologi canggih dan fasilitas pendukung yang berlokasi strategis di pusat petrokimia negara, Cilegon dan Serang.

Sebagai Mitra Pertumbuhan, Chandra Asri berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi, memperluas rantai nilai petrokimia domestik, dan melayani kebutuhan pasar Indonesia yang dinamis dan terus berkembang. Chandra Asri merupakan bagian dari Barito Pacific Group.

Chandra Asri  juga sebagai salah satu produsen petrokimia terbesar di Indonesia, Chandra Asri telah mampu memproduksi olefin, polietilena, etilena, stirena, butadiene, dan polipropilena. Ini merupakan produk-produk petrokimia hulu yang dapat diolah kembali menjadi beragam produk di berbagai industri. Di antaranya, industrk elektronik, farmasi, plastik, dan kosmetik.

Sehingga dalam hal ini industri perlu memperhatikan keberlangsungan lingkungan di sekitarnya, termasuk, Chandra Asri yang saat ini tengah menerapkan green manufacturing di ruang gerak usahanya.

 

 

 

BERITA TERKAIT

Tiga Rekomendasi Pengembangan UMKM

NERACA Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyambut baik dan mengapresiasi tiga rekomendasi bagi pengembangan UMKM di Indonesia…

Di Ciwaru, Kebutuhan Ikan Tak Lagi Bergantung Musim - Berkat Bantuan KKP

NERACA Jakarta - Aktivitas nelayan yang tergabung dalam Koperasi Nelayan Berdaulat di pesisir selatan Sukabumi, kini tak lagi bergantung pada…

UMKM Minahasa Utara Ekspor 16 Ton Olahan Tuna ke Amerika

NERACA Jakarta - Sebanyak 16 ton olahan tuna beku diekspor ke Amerika Serikat (AS). Kegiatan ini menjadi istimewa lantaran dilakukan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Tiga Rekomendasi Pengembangan UMKM

NERACA Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyambut baik dan mengapresiasi tiga rekomendasi bagi pengembangan UMKM di Indonesia…

Di Ciwaru, Kebutuhan Ikan Tak Lagi Bergantung Musim - Berkat Bantuan KKP

NERACA Jakarta - Aktivitas nelayan yang tergabung dalam Koperasi Nelayan Berdaulat di pesisir selatan Sukabumi, kini tak lagi bergantung pada…

UMKM Minahasa Utara Ekspor 16 Ton Olahan Tuna ke Amerika

NERACA Jakarta - Sebanyak 16 ton olahan tuna beku diekspor ke Amerika Serikat (AS). Kegiatan ini menjadi istimewa lantaran dilakukan…