Kapitalisasi Pasar Sepekan Tumbuh 0,20%

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar saham sepekan naik 0,20% atau sebesar Rp7.343,548 triliun dari Rp7.328,913 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 6,56% menjadi 16,078 miliar saham dari 15,088 miliar saham pada pekan sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Peningkatan turut dialami oleh indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 0,15% atau ditutup pada level 6.231,932 dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada pada level 6.222,521. Sementara pada pekan ini, rata-rata frekuensi harian bursa mengalami perubahan sebesar 3,51% menjadi 1.301.249 kali transaksi dari 1.348.598 kali transaksi sepekan sebelumnya. Lalu, perubahan sebesar 14,72% terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian sepekan menjadi Rp12,681 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yaitu sebesar Rp14,870 triliun.

Investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp15,98 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp13,435 triliun. Kemudian total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 10 emisi dari 9 Emiten senilai Rp6,02 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 474 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp427,39 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 130 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 139 seri dengan nilai nominal Rp4.012,55 triliun dan US$ 400,00 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp7,29 triliun. IHSG pada perdagangan Jum’at (19/2) akhir pekan kemarin ditutup menguat 31,62 poin atau 0,51% ke posisi 6.231,93. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,17 poin atau 1,19% ke posisi 951,85.

Kata analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji, kebijakan BI dalam menurunkan BI 7 DRRR sebesar 25 bps dalam rangka mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional, ternyata merupakan katalis positif bagi penguatan IHSG di tengah-tengah ketidakpastian global. Dibuka menguat, IHSG bergerak variatif sepanjang perdagangan saham sebelum akhirnya ditutup di zona hijau.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor terkoreksi dimana sektor teknologi paling dalam yaitu minus 1,48%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor energi masing-masing minus 0,96% dan minus 0,32%. Sedangkan enam sektor meningkat dimana sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 2,21, diikuti sektor keuangan dan sektor perindustrian masing-masing 1,01 persen dan 0,97%.

 

BERITA TERKAIT

Ratusan Artikel dan Foto Meriahkan Lomba BTN 2021

Antusiasme yang tinggi diperlihatkan oleh para wartawan, pewarta foto dan masyarakat umum dalam memeriahkan Lomba Karya Tulis dan Foto BTN…

Generali Rilis Layanan Tebus dan Antar Obat Ke Rumah

Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi nasabah, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meluncurkan layanan jasa apotek daring hingga ke…

Pemegang Saham Angkat Kembali Pengurus MOLI

Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) atau atau Molindo Group menyetujui untuk…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Ratusan Artikel dan Foto Meriahkan Lomba BTN 2021

Antusiasme yang tinggi diperlihatkan oleh para wartawan, pewarta foto dan masyarakat umum dalam memeriahkan Lomba Karya Tulis dan Foto BTN…

Generali Rilis Layanan Tebus dan Antar Obat Ke Rumah

Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi nasabah, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meluncurkan layanan jasa apotek daring hingga ke…

Pemegang Saham Angkat Kembali Pengurus MOLI

Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) atau atau Molindo Group menyetujui untuk…