Dinilai Belum Merata - AEI Sumut Keluhkan Penurunan Harga Gas

NERACA

Deli Serdang-Kebijakan penurunan harga gas bagi pelaku industri menjadi angin segar karena bisa menekan biaya produksi dan menyelamatkan bisnis kedepannya di tengah dampak pandemi Covid-19. Hanya saja, fakta dilapangan masih banyak perusahaan yang belum mendapatkan manfaat penurunan harga gas ini.

Kata Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Sumatera Utara, Ridwan Goh mengapresiasi langkah pemerintah untuk menurunkan harga gas ini, walaupun masih belum benar-benar sepenuhnya menjadi $6/Mmbtu. “Pengajuan dari beberapa perusahaan kepada pemerintah masih belum mendapatkan approval hingga saat ini,”ungkapnya dalam siaran persnya di Deli Serdang, kemarin.

Bahkan perusahaan yang dipimpinnya PT Mark Dynamics Tbk juga belum menikmati penurunan harga gas. Dimana ekspansi pabrik baru Mark belum mendapatkan persetujuan untuk mencicipi harga gas industri yang ekonomis, masih dibebabkan $10,28/Mmbtu. Namun untuk pabrik pertama sudah dirasakan manfaatnya.

Disampaikan Ridwan, Mark bukan satu-satunya perusahaan yang masih belum mendapatkan manfaat ini sepenuhnya. Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah dapat merampungkan eksekusi ini secara cepat dan merata. “Saya disini berbicara sebagai medium, mewakilkan beberapa perusahaan, tidak hanya Mark Dynamics untuk menyampaikan dengan etikad baik kepada pemerintah bahwa pemerataan harga gas ini pasti akan memberikan dampak baik terhadap ekonomi Indonesia secara keseluruhan.”, imbuhnya.

Selain itu, penurunan biaya gas ini tentunya akan mempertebal marjin perusahaan-perusahaan, sehingga pembayaran pajak kepada negara juga semakin bertambah. “Kami berharap adanya respon positif dari Pemerintah untuk saling membantu dan melengkapi, apalagi dalam keadaan ekonomi seperti ini dimana banyak perusahaan yang menggencarkan efisiensi untuk bertahan hidup”, tambahnya.

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas, dengan harga gas industri di Indonesia sebesar $9-11/Mmbtu tergolong sangat mahal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Sebagai contoh, harga gas di Malaysia tahun 2021 hanya sebesar $5.48/Mmbtu. Langkah pemerintah untuk menurunkan harga gas secara merata menjadi $6/Mmbtu ini akan membuat pabrik-pabrik Indonesia menjadi lebih kompetitif untuk head-to-head dengan pabrik-pabrik di negara lain.

Sebagai informasi, dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai negara berkembang, Pemerintah telah melakukan banyak terobosan. Salah satunya adalah dengan cara menurunkan harga gas. Melalui Kementrian ESDM pada April 2020, harga gas industri resmi telah diturunkan dari $10.28/Mmtbu menjadi $6.52/Mmbtu untuk 7 sektor manufaktur berbasis gas. Dalam Keputusan Menteri ESDM No. 89 K/10/MEM/2020 tentang Tata Cara Penetapan Penggunaan dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri, terdapat 197 perusahaan yang menerima manfaat penurunan harga gas.

 

 

BERITA TERKAIT

Penjualan Rokok Turun 19,3% - HM Sampoerna Genjot Sigaret Kretek Tangan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan rokok di tahun ini, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) bakal memacu penjualan segmen sigaret…

PTPP Raih Kontrak Mandalika Rp 940 Miliar

Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), BUMN konstruksi dan investasi, menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika…

Investasikan Dana Rp 2,43 Triliun - Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Penjualan Rokok Turun 19,3% - HM Sampoerna Genjot Sigaret Kretek Tangan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan rokok di tahun ini, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) bakal memacu penjualan segmen sigaret…

PTPP Raih Kontrak Mandalika Rp 940 Miliar

Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), BUMN konstruksi dan investasi, menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika…

Investasikan Dana Rp 2,43 Triliun - Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu…