Masa Pandemi Momentum Tepat Beli Properti

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menilai masa pandemi COVID-19 saat ini merupakan momentum yang tepat untuk membeli properti mengingat harga dari berbagai properti yang terjangkau.

"Kita kendalanya pertama yakni daya beli yang menurun akibat terdampak pandemi COVID-19, namun kita juga melihat masih ada orang-orang yang memiliki uang tapi masih menunggu momentum dan enggan untuk membeli properti. Sebetulnya bagi mereka yang saat ini memiliki uang kini waktunya untuk membeli properti," ujar Vice President Non-Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division BTN Suryanti Agustinar dalam diskusi daring di Jakarta, dikutip Antara, Senin (11/1).

Suryanti juga mengajak kepada masyarakat jangan menunda untuk membeli properti, karena harga memang sedang terjangkau.

"Mungkin para pengembang sedang ingin mempercepat cashflow-nya sehingga memberikan diskon-diskon yang luar biasa menarik dan tidak akan bisa didapatkan lagi saat momentum pasca pandemi COVID-19," katanya.

Di samping itu, perbankan juga masih agresif karena mereka yakin bahwa sektor properti akan kembali bangkit dan akan lebih tinggi lagi pertumbuhannya.

BTN sendiri tetap konsisten dalam membangkitkan bisnis properti di era new normal ini dengan menyelenggarakan kembali pameran perumahan virtual (virtual expo) yang diselenggarakan dari tanggal 14 Desember 2020 sampai 14 Januari 2021.

Pameran tersebut diselenggarakan untuk mendongkrak kinerja penyaluran kredit perseroan dan juga kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki rumah.

"Jangan ragu-ragu untuk membeli properti, nanti ketika pandemi COVID-19 berakhir maka harga jual properti sudah sangat tinggi sehingga keringanan-keringanan yang diberikan hanya dinikmati oleh orang-orang yang menangkap peluang tersebut," katanya.

Menurut dia, kondisi sektor properti akan jauh lebih bagus dibandingkan tahun 2020, dan itu momen kebangkitan bagi properti. 

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengungkapkan kredit perumahan masih tumbuh sebesar 1,98 persen pada masa pandemi COVID-19 ini.

"Kita di bank BTN cukup beruntung bahwa di saat seperti ini, meskipun kondisi perekonomian nasional mengalami kontraksi, namun sektor perumahan masih bisa tumbuh sebesar 1,98 persen," ujar Direktur Utama BTN Pahala Mansury dalam seminar daring di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Menurut Pahala, hal ini cukup mengejutkan, mengingat sektor properti terutama perumahan rentan terhadap penurunan ekonomi.

"Namun, yang terjadi karena sebagian besar kegiatan ekonomi terpusat di rumah saat ini, tentunya itu menyebabkan nilai rumah, kita melihat mengalami peningkatan dan permintaan terhadap rumah juga tetap meningkat," katanya.

Ia mengatakan Bank BTN merespons hal tersebut dan terus memperbaiki digital banking-nya. Secara nasional, lanjutnya, jumlah transaksi digital banking dalam setahun terakhir meningkat sekitar 37 persen. Sedangkan di BTN meningkat lebih dari 40 persen.

"Digital banking ini dalam artian hanya melakukan transaksi perbankan saja, namun juga melakukan kegiatan pembelian rumah dan nasabah berupaya memasukkan aplikasi untuk bisa memperoleh KPR," kata Pahala.

Oleh karena itu, tambahnya, Bank BTN harus melakukan perubahan model dan proses bisnisnya. Mohar

 

 

 

BERITA TERKAIT

Mewujudkan Rumah Impian di Tengah Pandemi COVID-19

NERACA Garut - Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain yang lainnya yaitu sandang dan pangan. Memiliki rumah adalah…

Insentif PPN Dapat Tingkatkan Kembali Pembelian Properti

NERACA Jakarta - Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menyakini pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung…

DP 0 Persen KPR Bisa Pengaruhi Permintaan Rumah

NERACA Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai kebijakan uang muka atau down payment…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Mewujudkan Rumah Impian di Tengah Pandemi COVID-19

NERACA Garut - Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain yang lainnya yaitu sandang dan pangan. Memiliki rumah adalah…

Insentif PPN Dapat Tingkatkan Kembali Pembelian Properti

NERACA Jakarta - Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menyakini pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung…

DP 0 Persen KPR Bisa Pengaruhi Permintaan Rumah

NERACA Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai kebijakan uang muka atau down payment…