Tujuh Pekerjaan Rumah Pimpinan KPK

NERACA

Jakarta - Dewan Pengawas (Dewas) KPK memberikan tujuh pekerjaan rumah kepada pimpinan KPK untuk dilaksanakan, khususnya untuk pencegahan korupsi.

"Dewan Pengawas telah melaksanakan rapat evaluasi kinerja/rapat tinjauan kinerja (REK/RTK) Pimpinan KPK dengan fokus pada evaluasi terhadap 29 indikator kinerja utama (IKU) Pimpinan KPK dan telah menyampaikan beberapa rekomendasi dalam rangka pencapaian target," kata Anggota Dewas Syamsuddin Haris di gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) Jakarta, Kamis (7/1).

Syamsuddin menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Pers Kinerja 2020 Dewas KPK yang dihadiri Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean serta anggota Dewas KPK Albertina Ho, Syamsuddin Haris dan Artidjo Alkostar.

Rekomendasi pertama, KPK perlu berupaya untuk mendorong terwujudnya Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) sesuai target, di antaranya dengan mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) secara konsisten.

Kedua, KPK harus mendorong peningkatan Survei Penilaian Integritas (SPI), khususnya pada instansi yang pada tahun 2019 mendapatkan nilai di bawah rata-rata."Survei ini dilakukan BPS yang basisnya rumah tangga mengenai pelayanan publik," ungkap Syamsuddin.

Ketiga, KPK perlu berupaya untuk meningkatkan pemulihan aset, yaitu dengan cara mengeksekusi seluruh uang pengganti secara konsisten sesuai ketentuan perundang-undangan."Kemudian mencari metode lain selain lelang untuk mengoptimalkan pendapatan negara dari hasil barang rampasan," kata Syamsuddin.

Keempat, KPK perlu melakukan sosialisasi antigratifikasi dan antisuap yang lebih intensif dan masif khususnya kepada sektor swasta dan BUMN.

Kelima, KPK perlu meningkatkan kerja sama dengan BPN dalam rangka pelaksanaan sertifikasi aset serta KPK perlu melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja kementerian, lembaga dan Pemda terkait penyelamatan keuangan negara dan daerah.

Keenam, KPK perlu melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan untuk dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait dengan perkara korupsi yang disupervisi.

"Untuk itu, perlu pembaharuan MoU dan SOP dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan yang disesuaikan dengan Perpres Nomor 102 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Supervisi Pemberantasan Tipikor," ungkap Syamsuddin.

Ketujuh, KPK perlu mengakselerasi pembangunan sistem pencegahan dan penindakan terintegrasi yang menghasilkan "big data" pemberantasan tindak pidana korupsi. 

Kemudian Dewan Pengawas KPK menyatakan selama setahun bekerja menerima 31 laporan pengaduan dugaan pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan pegawai dan pimpinan KPK namun hanya 4 laporan yang dilanjutkan ke persidangan dan dijatuhi sanksi.

"Sampai 31 Desember 2020, Dewan Pengawas telah menerima 31 laporan pengaduan dugaan pelanggaran kode etik dan dari jumlah tersebut, 20 laporan teridentifikasi terdapat 15 dugaan pelanggaran kode etik," kata Anggota Dewas Albertina Ho. Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Revisi UU Pemilu Dorong Reformasi Parpol

NERACA Jakarta - Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute Arfianto Purbolaksono menilai salah satu poin penting dilakukannya revisi UU…

"Heuristika" Hukum Wujudkan Keadilan Substantif

NERACA Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin menekankan pentingnya konsep heuristika hukum untuk menerobos kekakuan hukum normatif dalam…

NU dan Pesantren Adalah Sabuk Pengaman Bangsa

NERACA Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan…

BERITA LAINNYA DI

Revisi UU Pemilu Dorong Reformasi Parpol

NERACA Jakarta - Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute Arfianto Purbolaksono menilai salah satu poin penting dilakukannya revisi UU…

"Heuristika" Hukum Wujudkan Keadilan Substantif

NERACA Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin menekankan pentingnya konsep heuristika hukum untuk menerobos kekakuan hukum normatif dalam…

NU dan Pesantren Adalah Sabuk Pengaman Bangsa

NERACA Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan…