WIKA Realisasikan Belanja UMKM Rp 1,5 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2020 kemarin, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan pembelanjaan atau spending kepada pelaku  usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp1,5 triliun di tengah pandemi Covid-19. Angka tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya mencapai lebih dari Rp 2,2 triliun.

Kata Corporate Secretary WIKA, Mahendra Vijaya, penurunan di tahun lalu akibat pandemi Covid-19, namun demikian perseroan kembali diuntungkan dengan adanya pengecualian dari pemerintah dalam protokol kesehatan dengan pekerjaan konstruksi masih terus dapat berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,”Sehingga dengan tetap berjalannya proses bisnis tersebut, kami masih mampu memberikan pembelanjaan kepada para pelaku UMKM yang mendukung bisnis WIKA sampai dengan Rp1,5 triliun," ujarnya dalam seminar daring di Jakarta, kemaarin.

Mengenai pelaku UMKM yang bekerja sama dengan WIKA, jumlahnya di atas 500 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Pembelanjaan terhadap pelaku UMKM di WIKA itu mencapai 91% lebih dan sisanya baru kepada pengusaha besar.”Kenapa bisa sampai seperti itu, karena memang proyek-proyek WIKA tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga beberapa pengadaan seperti material konstruksi dan penyedia jasa setempat, kemudian kebutuhan tidak langsung proyek seperti bahan makanan semuanya dibeli dari UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Mahendra.

Dengan demikian, kalau ditotal, maka jumlahnya lebih dari 500 pelaku UMKM yang dilibatkan dalam proses bisnis WIKA. Untuk tahun ini, lanjut Mahendra, diharapkan pembelanjaan bagi pelaku UMKM bisa kembali meningkat mencapai Rp2 triliun karena diharapkan tahun ini sektor infrastruktur menyerap kapital dan tenaga kerja bisa terus diserap oleh para pelaku UMKM, sehingga hal tersebut dapat menjadi kontribusi utama bagi pertumbuhan UMKM.

Kemudian dalam bisnisnya, emiten kontraktor pelat merah ini mengestimasi laba bersih pada 2020 mencapai Rp208 miliar dan pada 2021 senilai Rp1,05 triliun. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020, WIKA membukukan penurunan pendapatan sebesar 43,25% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp10,38 triliun dari sebelumnya Rp18,29 triliun.

Penurunan pendapatan dan sejumlah beban pun menggerus laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga kuartal III/2020 sebesar 96,28 persen yoy menjadi Rp50,19 miliar. Disampaikan Mahendra, perolehan nilai kontrak baru perseroan senilai Rp23 triliun pada 2020 yang sebagian besar masih disumbang oleh proyek infrastruktur dan bangunan. Realisasi tersebut berada di atas target yang ditetapkan perseroan senilai Rp21,3 triliun untuk tahun lalu.“Perolehan kontrak baru 2020 ditargetkan Rp21,3 triliun tapi kami berhasil melampaui target itu menjadi Rp23 triliun,” kata Mahendra,

Untuk 2021, lanjut Mahendra, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru bisa naik hampir dua kali lipat menjadi Rp40,12 triliun. Dengan demikian, perseroan menargetkan nilai order book menjadi Rp115,02 triliun pada tahun ini. Mahendra mengatakan WIKA memang menargetkan pertumbuhan yang signifikan pada tahun ini dengan mengambil momentum belanja infrastruktur jumbo dari pemerintah.

BERITA TERKAIT

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…

Investasi Tidak Sekedar Ikutan - Bareksa Edukasi Smart Investing di Kalangan Milenial

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan investor pasar modal dan juga meningkatkan literasi investasi di pasar,  Bareksa sebagai marketplace investasi menggandeng…