SIDO Berencana Jual Saham Hasil Buyback

NERACA

Jakarta –Perluas penyebaran saham di pasar, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berencana menjual saham hasil pembelian kembali (buyback) sebanyak 229,77 juta saham atau setara dengan 0,8% dari modal disetor. Aksi korporasi tersebut akan digelar pada 28 Januari 2021 hingga 25 Februari 2022. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, pelaksanaan penjualan saham buyback tersebut akan mengikuti peraturan yang ada. Penjualan saham tersebut disampaikan dalam surat perseroan pada 21 Juli 2020 dengan Nomor 020/SM-DIR/OJK/VII/2020 perihal perpanjangan waktu pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul. Agar aksi korporasi tersebut berjalan lancar, perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas untuk melakukan pengalihan atau penjualan saham tersebut.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan tetap optimis mampu membukukan pertumbuhan penjualan. Direktur Utama Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, David Hidayat seperti dikutip investor daily pernah bilang, bisnis perseroan tahun ini akan ditopang peningkatan kesadaran masyarakat terahadap kesehatan setelah pandemi Covid-19. Kondisi tersebut membuat masyarakat kembali melirik produk obat-obatan dan minuman alami sebagai pilihan utama.

Dengan kondisi tersebut, perseroan akan meluncurkan beberapa produk minuman dan suplemen baru tahun ini. Selain itu, perseroan berencana mengaktifkan unit bisnis ekstraksi untuk Business to Business. Selain itu, perseroan akan melakukan pengembangan pada pasar ekspor dengan negara tujuan baru.“Demi memuluskan rencana tersebut, kami menganggarkan belanja modal sebanyak Rp 135 miliar yang berasal dari kas internal. Belanja modal ini akan digunakan untuk modal kerja dan sejumlah investasi seperti ekspansi,” ujarnya.

Secara rinci David memaparkan, ekspansi yang dimaksud yakni penyelesaian fasilitas produksi cairan obat dalam II yang dapat digunakan untuk memproduksi jamu cair selain Tolak Angin dan juga menambah fasilitas produksi untuk proses distilasi di unit ekstraksi. Sebagai informasi, pada 2020, perseroan telah membagikan dividen dengan total mencapai Rp 372,1 miliar atau setara dengan Rp 12,5 per saham. Pembagian dividen telah dilaksanakan pada tanggal 18 November 2020. Aksi korporasi ini didasari oleh raihan laba bersih pada semester pertama 2020, yakni sebesar Rp 413,79 miliar.

BERITA TERKAIT

Penjualan Rokok Turun 19,3% - HM Sampoerna Genjot Sigaret Kretek Tangan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan rokok di tahun ini, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) bakal memacu penjualan segmen sigaret…

PTPP Raih Kontrak Mandalika Rp 940 Miliar

Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), BUMN konstruksi dan investasi, menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika…

Investasikan Dana Rp 2,43 Triliun - Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Penjualan Rokok Turun 19,3% - HM Sampoerna Genjot Sigaret Kretek Tangan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan rokok di tahun ini, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) bakal memacu penjualan segmen sigaret…

PTPP Raih Kontrak Mandalika Rp 940 Miliar

Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), BUMN konstruksi dan investasi, menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika…

Investasikan Dana Rp 2,43 Triliun - Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu…