Bayar Obligasi Jatuh Tempo - Siantar Top Siapkan Dana Rp 200 Miliar

NERACA

Jakata - PT Siantar Top Tbk (STTP) menyatakan kesanggupan untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri B senilai Rp 200 miliar yang jatuh tempo dalam waktu dekat.”Perseroan telah menyediakan dana untuk melunasi bunga dan pokok obligasi, penempatan dana di deposito," kata Direktur Utama Siantar Top, Agus Suhartanto dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Obligasi Seri B Siantar Top tersebut akan jatuh tempo pada 12 April 2021. Disebutkan, obligasi berkelanjutan ini telah mendapatkan peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat ini berlaku untuk periode 11 Januari hingga 12 April 2021. Akhir tahun 2020, produsen makanan ringan ini optimistis mampu membukukan peningkatan penjualan sebanyak 10%.

Sedangkan laba bersih diharapkan bertumbuh 20%. Agus mengungkapkan, meskipun pasar makanan ringan terimbas pandemi Covid-19, perseroan tetap optimistis membukukan kinerja positif. Hal itu tercermin dalam kinerja keuangan perseroan hingga akhir September 2020, yaitu penjualan bersih tumbuh 8,77% menjadi Rp 2,81 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 2,59 triliun. Laba bersih perseroan juga bertumbuh hingga 27% dari Rp 377,16 miliar menjadi Rp 479,35 miliar.

Tahun ini, Agus memproyeksikan, perekonomian nasional dan global akan lebih baik, dibandingkan tahun lalu. Ekspektasi ini didukung vaksinasi Covid-19 yang mulai dilaksanakan tahun ini, sehingga diharapkan bisa menggerakkan perekonomian nasional pada kuartal II dan III tahun ini. Direktur Siantar Top, Armin menambahkan, perseroan sudah menyiapkan beberapa strategi untuk menggenjot kinerja tahun ini. Di antaranya, inovasi dan diversifikasi produk, meningkatkan kinerja distribusi untuk penetrasi pasar yang lebih luas, meningkatkan pemasaran melalui program promo dan iklan yang terintegrasi, serta memperluas pasar melalui kerjasama dengan mitra lokal dan luar negeri.

Perseroan juga menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebanyak Rp 450 miliar tahun ini. Belanja modal ini bersumber dari laba bersih perseroan pada tahun 2020. “Capex itu akan dialokasikan untuk anak perusahaan sebesar Rp 100 miliar, perluasan usaha Rp 100 miliar, pembagian dividen Rp 50 miliar, dan pelunasan obligasi Rp 200 miliar,”kata Armin.

BERITA TERKAIT

Penjualan Rokok Turun 19,3% - HM Sampoerna Genjot Sigaret Kretek Tangan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan rokok di tahun ini, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) bakal memacu penjualan segmen sigaret…

PTPP Raih Kontrak Mandalika Rp 940 Miliar

Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), BUMN konstruksi dan investasi, menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika…

Investasikan Dana Rp 2,43 Triliun - Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Penjualan Rokok Turun 19,3% - HM Sampoerna Genjot Sigaret Kretek Tangan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan rokok di tahun ini, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) bakal memacu penjualan segmen sigaret…

PTPP Raih Kontrak Mandalika Rp 940 Miliar

Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), BUMN konstruksi dan investasi, menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika…

Investasikan Dana Rp 2,43 Triliun - Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu…