Kapitalisasi Pasar Saham Sepekan Tumbuh 1,77%

NERACA

Jakarta – Kapitalisasi pasar saham selama sepekan kemarin ditutup meningkat 1,77% atau sebesar Rp7.430,367 triliun dari Rp7.301,016 triliun pada pekan sebelumnya. Investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp49,80 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 mencatatkan beli bersih sebesar Rp10,570 triliun. Informasi tersebut disampaikan PT Bursa Efek Indonsia (BEI) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) pun mengalami peningkatan 1,85% dan berada pada level 6.373,412 dari posisi 6.257,835 pada penutupan pekan lalu. Sementara rata-rata volume transaksi sebesar 48,77% menjadi 32,357 miliar saham dari 21,750 miliar saham pada pekan lalu. Kemudian rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan meningkat sebesar 33,06% atau menjadi Rp25,151 triliun dari Rp18,902 triliun pada penutupan pekan lalu. Tidak hanya itu, data rata-rata frekuensi harian selama sepekan turut meningkat sebesar 25,83% menjadi 1.870.589 kali transaksi dibandingkan 1.486.659 kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara  mengakhiri perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin, IHSG ditutup melemah 54,9 poin atau 0,85% ke posisi 6.373,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,63 poin atau 1,36% ke posisi 988,75. Disampaikan analis Indo Premier Sekuritas, Mino, pelemahan IHSG Jum’at akhir pekan kemarin dipicu aksi profit taking setelah penguatan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data BEI dalam sepekan terakhir, IHSG telah menguat 1,85%. Sedangkan sejak awal tahun atau year to date (ytd), IHSG telah naik 2,61%. Pada pekan ini, lanjut Mino, IHSG diprediksi menguat terbatas. Dibuka menguat, IHSG tak lama terkoreksi dan lebih banyak banyak menghabiskan waktu di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, sembilan terkoreksi dimana sektor aneka industri paling dalam yaitu minus 2,43%, diikuti sektor pertanian dan sektor keuangan masing-masing minus 1,43% dan minus 1,41%. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor properti sebesar minus 1,01%. Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp86,77 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.736.667 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,05 miliar lembar saham senilai Rp23,69 triliun. Sebanyak 169 saham naik, 321 saham menurun, dan 141 saham tidak bergerak nilainya. Selain itu, BEI mencatatkan dua penerbitan obligasi selama sepekan kemarin. Pertama obligasi PT Ketrosden Triasmitra dengan nilai emisi Rp 583 miliar dan obligasi PT Pyridam Farma Tbk sebesar Rp 300 miliar.

Maka dengan demikian, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 2 emisi dari 2 emiten senilai Rp0,88 triliun. Dengan kedua pencatatan tersebut, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 467 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp425,93 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 129 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 134 seri dengan nilai nominal Rp3.902,25 triliun dan US$ 400,00 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp7,38 triliun.

BERITA TERKAIT

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…

Investasi Tidak Sekedar Ikutan - Bareksa Edukasi Smart Investing di Kalangan Milenial

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan investor pasar modal dan juga meningkatkan literasi investasi di pasar,  Bareksa sebagai marketplace investasi menggandeng…