Cetak IPO Terbanyak di Asia Tenggara - OJK Fokus Tingkatkan Integritas Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Tahun 2020 menjadi pembuktian bahwa minat masyarakat berinvestasi di pasar modal dan juga perusahaan yang mencari pendanaan di pasar tidak terpengaruh dampak pandemi. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan emiten baru selama pandemi jadi yang tertinggi di Asean. Dana yang terhimpun pun mencapai Rp118,7 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menuturkan, terus fokus meningkatkan integritas pasar dengan serangkaian kebijakan dan langkah-langkah pengawasan yang lebih tegas.”Dengan integritas pasar yang lebih baik, aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum relatif besar yaitu sebesar Rp118,7 triliun dengan 53 emiten baru. Pertumbuhan emiten baru ini merupakan yang tertinggi di Asean," ujarnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) di Jakarta, kemarin.

Adapun, sepanjang 2019, realisasi perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sebanyak sebanyak 55 emiten, dengan nilai emisi sekitar Rp15,32 triliun. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah perusahaan yang akan melantai pada 2021 sebanyak 30 perusahaan. Jumlah itu tergolong rendah lantaran pada 2020 jumlah perusahaan yang melakukan aksi penawaran saham perdana atau initial public offering/IPO mencapai 53 perusahaan.

Sebagai informasi, realisasi pada 2020 mengantarkan Indonesia menjadi bursa dengan jumlah IPO terbanyak di Asia Tenggara. Tak hanya itu, jumlah IPO di bursa Indonesia sepanjang 2020 menduduki posisi terbanyak ke-6 di dunia. Indonesia mengekor bursa Shanghai (180), Nasdaq (119), Shenzhen (115), Hong Kong (99) IPO, dan Jepang (54).

Wimboh juga menegaskan, stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik sepanjang 2020, meski terdapat tekanan ekonomi akibat pandemi. Menurutnya, hal itu terjadi sebagai hasil dikeluarkannya berbagai kebijakan forward looking dan countercyclical policies yang ditujukan untuk mengurangi volatilitas pasar dan memberikan ruang bagi sektor riil untuk dapat bertahan.”Kebijakan-kebijakan tersebut sangat efektif sehingga perekonomian domestik secara bertahap terus membaik dan stabilitas sistem keuangan sampai saat ini masih terjaga dengan baik," katanya.

Disampaikan Wimboh, kebijakan pengendalian volatilitas yang dikeluarkan OJK sejak awal pandemi serta tindakan tegas pengawasan OJK untuk industri pasar modal telah meningkatkan kepercayaan investor. Hal ini tercermin dengan membaiknya IHSG di atas 6.000 poin pada awal 2021 setelah sebelumnya terpuruk di posisi terendah di 3.937,6 pada 24 Maret 2020.

Menurutnya, penguatan IHSG tidak terlepas dari meningkatnya jumlah investor ritel di pasar modal yang mencapai 3,88 juta investor. Sementara Presiden RI Joko Widodo meminta OJK jangan sampai “mandul” dan “masuk angin” serta harus mengeluarkan taringnya dalam mengawasi industri jasa keuangan.“Transaksi keuangan yang menjurus ke fraud harus ditindak tegas. Pengawasan OJK juga tidak boleh mandul, tidak boleh masuk angin, harus mengeluarkan taringnya, dan menjaga kredibilitas dan integritas. Ini sangat penting,” kata Jokowi.

 

BERITA TERKAIT

Orisinalitas Produk Jadi Prioritas - Channel JD.ID Paling Banyak Dipilih Masyarakat

Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda bangsa Indonesia, berbagai dampak hampir dirasakan di semua lini dan yang paling mencolok adalah tren…

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…