Armada Berjaya Taksir Laba 2020 Naik 60%

 NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2020, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) memproyeksikan akan mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 60%. Adapun laba bersih emiten angkutan barang itu tercatat sebesar Rp1,5 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan mencatatkan peningkatan laba bersih itu ditopang dengan pendapatan sebesar Rp65,34 miliar. Dari pendapatan tersebut, laba perseroan diperkirakan meningkat lebih dari 60% dibandingkan tahun 2019. Sedangkan hingga akhir September 2020, perseroan tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp49,9 miliar dan laba bersih sebesar Rp1,7 miliar.

Kedepan, pada tahun 2021 ini, perseroan akan fokus melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan utilisasi armada truk yang ada, sehingga manajemen perseroan optimis langkah tersebut dapat meningkatkan profitabilitas perseroan. Asal tahu saja, perusahaan angkutan multimoda PT Armada Berjaya Trans Tbk memproyeksikan kinerja pada akhir tahun 2020 ditutup memuaskan, meski mengalami hambatan di tengah pandemi corona (Covid-19).

Presiden Direktur PT Armada Berjaya Trans Tbk, Darmawan Suryadi seperti dikutip kontan pernah bilang, pihaknya optimistis bisa meraih peningkatan laba minimal sebesar 60% dibandingkan realisasi laba tahun lalu. "Jika dari sisi pendapatan, mungkin tidak setinggi itu, masih di bawah 60%," ujarnya

Kinerja JAYA sempat melambat akibat permintaan menurun di tengah pandemi corona. Perlambatan itu terjadi pada kuartal II 2020. Namun kinerja mereka mulai membaik pada kuartal III-2020. Tercatat di kuartal tiga 2020, perseroan membukukan kenaikan pendapatan 9,84% menjadi Rp 49,86 miliar dari Rp 45,39 miliar pada periode sama tahun lalu.

Sementara, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menurun 6,21% menjadi Rp 1,66 miliar dari perolehan Rp 1,77 miliar. Adapun aset dan liabilitas masing-masing menurun secara YTD sebesar 4,38% dan 18,86%. Sedangkan ekuitas perseroan naik 2,01% secara YTD menjadi Rp65,38 miliar.

Darmawan melanjutkan, selain menghadapi pandemi, JAYA juga berhadapan dengan larangan melintas truk besar di jalan tol. Sebelumnya larangan ini biasanya terjadi pada H-2 hingga H-3 hari raya, tetapi sepanjang tahun ini, larangan sudah terjadi dua kali pada saat tahun Baru 2020, lebaran dan lebaran haji.

BERITA TERKAIT

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…