Penuhi Aturan Free Float Saham - BEI Bakal Cabut Suspensi Saham GEMS

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan kembali memperdagangkan saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) jika sudah memenuhi aturan free float saham, sehingga kedepan terhindar dari potensi penghapusan pencatatan saham atau delisting,”GEMS yang telah disuspensi lebih dari 24 bulan menunjukkan itikad baik untuk. melakukan perbaikan seperti yang dipersyaratkan oleh bursa,”kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perseroan sedang mengajukan pernyataan pendaftaran kepada OJK untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan HMETD (PMHMETD) dalam rangka memenuhi ketentuan free float. Setelah pelaksanaan PMHMETD dan GEMS dapat memenuhi ketentuan free float sesuai jadwal yang disampaikan ke bursa, maka bursa akan mempertimbangkan untuk mencabut suspensi saham GEMS.

Berdasarkan prospektus yang disampaikan GEMS, tanggal efektif pernyataan pendaftaran HMETD dari Otoritas Jasa Keuangan jatuh pada 27 Januari 2021. Adapun, tanggal terakhir pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD ditetapkan pada 8 Februari 2021 dengan tanggal pencatatan efek di BEI pada 10 Februari 2021.

Manajemen GEMS menyampaikan bahwa persetujuan pemegang saham untuk aksi korporasi itu telah didapatkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Agustus 2020. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 588,23 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dengan demikian, total penawaran sebanyak-banyaknya menjadi Rp58,82 miliar dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Terbatas I tersebut. Setiap pemegang 10 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan pada 8 Februari 2021 berhak atas sebanyak 1 HMETD.

Tahun ini,perseroan menargetkan penjualan dan produksi mencapai 37 juta ton batu bara dan sedangkan penjualan dan produksi tahun 2020 ditargetkan sebesar 32 juta ton batu bara. Kemudian free float GEMS tercatat sudah memenuhi aturan minimal 50 juta saham dan dimiliki oleh paling sedikit 500 pemegang. Namun persentasenya belum memenuhi ketentuan minimal yakni sebesar 7,5%. 

 

BERITA TERKAIT

Orisinalitas Produk Jadi Prioritas - Channel JD.ID Paling Banyak Dipilih Masyarakat

Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda bangsa Indonesia, berbagai dampak hampir dirasakan di semua lini dan yang paling mencolok adalah tren…

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…