Kenaikan Saham Buyback Tidak Dihitung - Itama Ranoraya Sesuaikan Perolehan Laba Bersih

NERACA

Jakarta- Menepis tudingan soal revisi laporan keuangan yang sengaja disembuyikan atau ditutupi, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) menyampaikan klarifikasi terkait munculnya informasi yang salah mengenai revisi atas laporan keuangan perseroan kuartal 2 dan kuartal 3 tahun buku 2020.

Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk, Pratoto Raharjo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, pada tanggal 26 November 2020, perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi kepada pihak Bursa Efek Indonesia terkait dengan dilakukannya revisi terhadap laporan keuangan perseroan untuk laporan keuangan unaudited kuartal 2 dan kuartal 3 tahun buku 2020.

Tindakan yang dilakukan oleh perseroan tersebut, tambahnya, sebagai hasil dari konsultasi perseroan kepada pihak otoritas pasar modal yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).”Substansi revisi berupa dikeluarkannya keuntungan (unrealized) kenaikan harga saham hasil buyback dari pos pendapatan lain-lain," ujarnya.

Maka karena itu pasca revisi terjadi perubahan (penurunan) terhadap nilai laba bersih perseroan untuk laba kuartal 2 dan kuartal 3 dibandingkan nilai laba bersih sebelum revisi. Pratoto menambahkan, revisi tersebut merupakan langkah perbaikan yang dilakukan perseroan untuk memenuhi standar akuntansi yang berlaku, dan untuk proses perbaikannya perseroan telah melakukan sesuai dengan ketentuan yang ada yang berlaku di pasar modal.”Dengan implementasi revisi tersebut laporan keuangan yang dipublikasikan telah mencerminkan laporan keuangan perusahaan un-audited yang sesuai dengan kaidah yang berlaku.” tambahnya.

Hasil dari perubahan laba bersih di kuartal 2 maupun kuartal 3 setelah revisi tersebut, menurut dia, tidak mempengaruhi target pencapaian perusahaan yang telah disampaikan sebelumnya. Pratoto menyatakan pada tahun 2020, laba bersih perseroan tumbuh 70 – 80% dibandingkan laba tahun 2019 yang hanya sebesar Rp33,2 miliar.”Jadi tidak ada keterkaitan antara hasil revisi pencatatan dengan realisasi pencapaian kinerja” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan kewajiban yang seharusnya dilaksanakan oleh perusahaan tercatat dalam hal keterbukaan informasi dan sudah melaksanakan konsekuensi dari revisi tersebut sesuai dengan ketentuan regulator.

BERITA TERKAIT

Penuhi Kebutuhan Halal Lifestyle - Halalpedia Marketplace Baru di Tengah Pandemi

Menjadi negara dengan populasi masyarakat muslim terbesar di dunia, kebutuhan akan layanan dan produk dengan memenuhi seritifikasi akan halal menjadi…

Gandeng Kerjasama Pelindo III - BTN Siap Biayai Kebutuhan Rumah 6400 Karyawan Kontrak

Perluas pasar pembiayaan pembiayaan perumahan dan juga menjangkau layanan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) siap membiayai kebutuhan perumahan untuk…

Harga Mulai Rp 150 Jutaan - Modernland Pasarkan Studio Landed Home Untuk Milenial

Bidik potensi pasar milenial, PT Modernland Realty Tbk meluncurkan rumah type Studio Landed Home di proyek hunian berskala kota (township)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Penuhi Kebutuhan Halal Lifestyle - Halalpedia Marketplace Baru di Tengah Pandemi

Menjadi negara dengan populasi masyarakat muslim terbesar di dunia, kebutuhan akan layanan dan produk dengan memenuhi seritifikasi akan halal menjadi…

Gandeng Kerjasama Pelindo III - BTN Siap Biayai Kebutuhan Rumah 6400 Karyawan Kontrak

Perluas pasar pembiayaan pembiayaan perumahan dan juga menjangkau layanan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) siap membiayai kebutuhan perumahan untuk…

Harga Mulai Rp 150 Jutaan - Modernland Pasarkan Studio Landed Home Untuk Milenial

Bidik potensi pasar milenial, PT Modernland Realty Tbk meluncurkan rumah type Studio Landed Home di proyek hunian berskala kota (township)…