Saham Bank Mega Dalam Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta – Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Bank Mega Tbk (MEGA) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy mengatakan, pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Bursa menginformasikan bahwa informasi terakhir mengenai saham MEGA adalah informasi tanggal 13 Januari 2021 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia terkait penjelasan atas volatilitas transaksi.

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham MEGA, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan sesi I hari Kamis (14/1) saham PT Bank Mega Tbk terpantau menguat 0,76% atau bertambah 100 poin ke harga Rp13.100 per saham. Hingga jeda siang, saham MEGA ditransaksikan dari batas bawah di level 13.000 sampai batas atas di level 15.000 dengan volume sebesar 2.518 lot.

Belum lama ini, perusahaan asuransi jiwa dan dana pensiun, PT Indolife Pensiontama yang merupakan bagian dari Grup Salim membeli sebanyak 422,8 juta saham PT Bank Mega Tbk. Transaksi pengalihan 6,07% saham tersebut dilakukan sebanyak tiga kali dengan potensi nilai Rp 2,9 triliun. Hal itu terungkap dalam laporan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengenai pemegang saham emiten di atas 5%, yang dipublikasikan pada 4 Januari 2021.

Dalam laporan tersebut, Indolife Pensiontama menyelesaikan transaksi pembelian pada 30 Desember 2020. Pembelian dilakukan dalam tiga tahap, yakni 304,61 juta saham, 22,62 juta saham dan 95,57 juta saham. Kemudian setelah transaksi tersebut, komposisi kepemilikan saham Bank Mega antara lain, Mega Corpora tetap sebanyak 58,01%, sementara kepemilikan investor publik menjadi 35,91% dari sebelumnya 41,98%.

 

BERITA TERKAIT

Penuhi Kebutuhan Halal Lifestyle - Halalpedia Marketplace Baru di Tengah Pandemi

Menjadi negara dengan populasi masyarakat muslim terbesar di dunia, kebutuhan akan layanan dan produk dengan memenuhi seritifikasi akan halal menjadi…

Gandeng Kerjasama Pelindo III - BTN Siap Biayai Kebutuhan Rumah 6400 Karyawan Kontrak

Perluas pasar pembiayaan pembiayaan perumahan dan juga menjangkau layanan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) siap membiayai kebutuhan perumahan untuk…

Harga Mulai Rp 150 Jutaan - Modernland Pasarkan Studio Landed Home Untuk Milenial

Bidik potensi pasar milenial, PT Modernland Realty Tbk meluncurkan rumah type Studio Landed Home di proyek hunian berskala kota (township)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Penuhi Kebutuhan Halal Lifestyle - Halalpedia Marketplace Baru di Tengah Pandemi

Menjadi negara dengan populasi masyarakat muslim terbesar di dunia, kebutuhan akan layanan dan produk dengan memenuhi seritifikasi akan halal menjadi…

Gandeng Kerjasama Pelindo III - BTN Siap Biayai Kebutuhan Rumah 6400 Karyawan Kontrak

Perluas pasar pembiayaan pembiayaan perumahan dan juga menjangkau layanan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) siap membiayai kebutuhan perumahan untuk…

Harga Mulai Rp 150 Jutaan - Modernland Pasarkan Studio Landed Home Untuk Milenial

Bidik potensi pasar milenial, PT Modernland Realty Tbk meluncurkan rumah type Studio Landed Home di proyek hunian berskala kota (township)…