WIKA Targetkan Laba Bersih Rp 1,05 Triliun

NERACA

Jakarta – Memasuki tahun pemulihan ekonomi menjadi harapan bagi pelaku usaha untuk mencetak kinerja keuangan yang positif, meski masih dihantui pandemi Covid-19. Berangkat dari hal tersebut, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2021 dengan optimistis dengan laba bersih ditargetkan Rp1,05 triliun.”Tahun ini, WIKA menargetkan pertimbuhan signifikan dengan laba bersih Rp1,05 triliun. Artinya naik hampir 4 kali lipat karena optimisme kami memang sangat tinggi untuk bisa tumbuh,“kata Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya di Jakarta, kemarin.

Untuk menopang target tersebut, lanjutnya, kontrak baru yang diincar sepanjang tahun 2021 senilai Rp40,1 triliun atau naik 2 kali lipat dari pencapaian tahun 2020. Dengan rincian, kontrak dari lini industri senilai Rp7,7 triliun, infrastruktur dan bangunan sebesar Rp18,13 triliun. Sedangkan dari lini usaha energi dan pembangkit listrik dibidik sebesar Rp5,6 triliun dan properti sebesar Rp2,4 triliun.

Tahun ini, perseroan telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp3,05 triliun. Nantinya belanja modal akan digunakan sebagian besar untuk penyertaan pada entitas-entitas terasosiasi yang sudah berjalan. Selain itu, kata Mahendra, perseroan siap melunasi obligasi global bertajuk Komodo Bond yang akan jatuh tempo pada akhir bulan ini.

Perseroan, disampaikan Mahendra, telah menyiapkan dana pelunasan Komodo Bond senilai Rp5,4 triliun pada akhir bulan ini.“Terkait pelunasan global bond yang jatuh tempo, kami sudah siapkan dananya dari penerbitan obligasi dan sukuk tahap satu, bridging loan, dan dari kas perusahaan sendiri,”jelasnya.

Perinciannya, perseroan telah menerbitkan surat utang pada tahun lalu senilai total Rp2 triliun. Selanjutnya, perseroan juga mendapatkan bridging loan senilai total Rp3 triliun. Sisa Rp400 miliar disebut Mahendra akan diambil dari kas operasional perseroan. Selanjutnya, pada semester kedua tahun ini WIKA juga berencana menerbitkan obligasi tahap kedua dengan dana yang diincar sekitar Rp3 triliun.

Mahendra mengatakan, dana yang didapatkan dari penerbitan surat utang itu akan digunakan WIKA untuk mengembalikan uang yang dipakai untuk pelunasan Komodo Bond. Adapun, WIKA menerbitkan komodo bond yang dicatatkan di London Stock Exchange pada 29 Januari 2018. Dari penerbitan tersebut, WIKA mengantongi dana segar senilai US$405 juta atau setara dengan Rp5,4 triliun.

 

BERITA TERKAIT

Penuhi Kebutuhan Halal Lifestyle - Halalpedia Marketplace Baru di Tengah Pandemi

Menjadi negara dengan populasi masyarakat muslim terbesar di dunia, kebutuhan akan layanan dan produk dengan memenuhi seritifikasi akan halal menjadi…

Gandeng Kerjasama Pelindo III - BTN Siap Biayai Kebutuhan Rumah 6400 Karyawan Kontrak

Perluas pasar pembiayaan pembiayaan perumahan dan juga menjangkau layanan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) siap membiayai kebutuhan perumahan untuk…

Harga Mulai Rp 150 Jutaan - Modernland Pasarkan Studio Landed Home Untuk Milenial

Bidik potensi pasar milenial, PT Modernland Realty Tbk meluncurkan rumah type Studio Landed Home di proyek hunian berskala kota (township)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Penuhi Kebutuhan Halal Lifestyle - Halalpedia Marketplace Baru di Tengah Pandemi

Menjadi negara dengan populasi masyarakat muslim terbesar di dunia, kebutuhan akan layanan dan produk dengan memenuhi seritifikasi akan halal menjadi…

Gandeng Kerjasama Pelindo III - BTN Siap Biayai Kebutuhan Rumah 6400 Karyawan Kontrak

Perluas pasar pembiayaan pembiayaan perumahan dan juga menjangkau layanan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) siap membiayai kebutuhan perumahan untuk…

Harga Mulai Rp 150 Jutaan - Modernland Pasarkan Studio Landed Home Untuk Milenial

Bidik potensi pasar milenial, PT Modernland Realty Tbk meluncurkan rumah type Studio Landed Home di proyek hunian berskala kota (township)…