Mengajarkan Kepada Anak untuk Berpikir Kritis

 

Anak- anak generasi abad 21 tentu berbeda dengan anak-anak zaman dahulu. Kini anak generasi abad 21 dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis. Apa itu kemampuan berpikir kritis? Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang digunakan untuk menganalisis fakta, mengemukakan dan mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen serta memecahkan masalah.

Berpikir kritis mendorong anak, terutama anak usia dini untuk menerima informasi, menganalisisnya, dan membuat penilaian tentangnya, dan semua hal ini membutuhkan imajinasi dan rasa ingin tahu. Ketika anak-anak menerima informasi baru, mereka mengisi semacam perpustakaan di dalam otak mereka. Mereka harus memikirkan tentang bagaimana informasi baru itu sesuai dengan apa yang sudah mereka ketahui, ataupun yang belum mereka ketahui. Untuk dapat melatih kemampuan ini ada beberapa kunci dan tips yang dapat dilakukan oleh orang tua dan guru.

Kemampuan berpikir kritis generasi abad 21 diantaranya, menjelaskan. Kemampuan anak untuk menjelaskan sesuatu atau mengemukakan idenya terhadap suatu objek, peristiwa, ataupun pengalamannya sendiri. Selanjutnya evaluasi. Kemampuan untuk melakukan evaluasi atau penilaian terhadap sesuatu berdasarkan sudut pandangnya. Kemudian memprediksi, kemampuan untuk melakukan prediksi apa yang akan terjadi berdasarkan apa yang sudah diketahui sebelumnya.

Selanjutnya mengembangkan hipotesis. Meluangkan waktu untuk membentuk hipotesis selama bermain adalah latihan berpikir kritis yang membantu mengembangkan keterampilan. Penyelesaian masalah sederhana Kemampuan anak untuk menemukan solusi atas masalah yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari.

BERITA TERKAIT

Tantangan Pembelajaran Teman Tuli di Saat Pandemi

  Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Siberkreasi dan Kitatama mengadakan Webinar Digital Society dengan…

Pentingnya Memetakan Para Alumni

    Selain menciptakan lulusan yang bagus, perguruan tinggi juga perlu memetakan para alumninya. Keberadaan alumni adalah bagian penting untuk…

Etika Mengirim Tugas Via Email ke Dosen

    Pandemi Covid19 memaksakan pembelajaran secara daring. Tak hanya sekedar menyampaikan materi lewat online, mengumpulkan tugas juga mengandalkan email.…

BERITA LAINNYA DI

Tantangan Pembelajaran Teman Tuli di Saat Pandemi

  Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Siberkreasi dan Kitatama mengadakan Webinar Digital Society dengan…

Pentingnya Memetakan Para Alumni

    Selain menciptakan lulusan yang bagus, perguruan tinggi juga perlu memetakan para alumninya. Keberadaan alumni adalah bagian penting untuk…

Etika Mengirim Tugas Via Email ke Dosen

    Pandemi Covid19 memaksakan pembelajaran secara daring. Tak hanya sekedar menyampaikan materi lewat online, mengumpulkan tugas juga mengandalkan email.…