Pembangunan Rumah Berdampak pada Kualitas SDM

NERACA

Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai pembangunan rumah yang baik dapat berdampak baik pada kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam pembentukan karakter generasi muda di masa depan, selain juga mendorong pemulihan ekonomi nasional.

"Pembangunan rumah yang baik akan berdampak tidak hanya terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penting sebagai prasarana dalam membantu membentuk karakter generasi muda bangsa," kata Wapres Ma’ruf saat membuka Focussed Group Discussion (FGD) "Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan" secara daring dari Jakarta, dikutip Antara, Senin (11/1).

Menurut dia, memiliki rumah di lingkungan bersih, sehat, dan berkualitas dapat memberikan pengaruh positif bagi keluarga yang menempati, khususnya orang tua dalam membesarkan anak-anak.

"Saya menekankan bahwa keluarga merupakan ‘madrasah’ pertama bagi anak-anak. Oleh karena itu, dukungan lingkungan yang nyaman dan sehat memilik pengaruh positif bagi orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak," katanya.

Wapres Ma’ruf juga menyayangkan masih ada masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini masih ada 20 persen keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah, sementara 80 persen tercatat telah memiliki rumah.

"Kita semua menyadari bahwa upaya pemerintah dan semua pihak untuk memfasilitasi penyediaan rumah bagi rakyat tak pernah surut dilaksanakan; namun perjalanan kita masih panjang," katanya.

Oleh karena itu, untuk mengatasi backlog perumahan, pemerintah mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Satu Juta Rumah.

Sejak program tersebut dicanangkan pada 2015, hingga kini telah terealisasi sebanyak 5,6 juta unit rumah yang 70 persen di antaranya dimiliki oleh MBR."Capaian Program Satu Juta Rumah tahun 2020, per tanggal 14 Desember, sebanyak 856.758 unit, di mana kurang lebih 77 persennya disalurkan untuk MBR," ujarnya.

Wapres berharap program tersebut dapat berjalan paa tahun 2021, sehingga target pembangunan rumah untuk MBR dapat terealisasi serta dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui program padat karya perumahan. 

Kemudian Wapres berharap pembangunan perumahan, melalui Program Satu Juta Rumah, dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) serta pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen di tahun 2021.

"Pada 2021, Pemerintah berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh lima persen. Salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendukung target tersebut adalah sektor perumahan," kata Wapres Ma’ruf.

Wapres menilai perumahan merupakan sektor strategis dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional karena pembangunannya berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, serta memiliki efek berantai dan menyerap tenaga kerja secara signifikan.

"Sektor ini memacu kurang lebih 175 industri lainnya dan bisa menyerap tenaga kerja sekitar 4,23 juta orang," ujarnya.

Selain itu, pengeluaran rumah tangga dari sektor tersebut juga meningkatkan PDB sebesar 0,6 sampai 1,4 persen serta mampu tumbuh positif di tengah tekanan pandemik COVID-19.

"Sebelum pandemik COVID-19 melanda, realisasi pembangunan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), selalu mencapai target setiap tahunnya," kata Wapres.

Melalui Program Satu Juta Rumah, yang dicanangkan sejak 2015, telah terbangun sebanyak 5,6 juta unit rumah, dimana sebagian besar di antaranya dinikmati oleh MBR. Namun, di tahun 2020 capaian Program Satu Juta Rumah tersebut tidak sesuai target akibat pandemik COVID-19 yang membuat Pemerintah menerapkan kebijakan yang berdampak pada kegiatan pembangunan.

Pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Apartemen juga menurun drastis, yakni dari 7,99 persen pada 2019 menjadi hanya 2,05 persen pada kuartal ketiga tahun 2020, tukasnya."Akibat pandemik ini, pertumbuhan sektor real estate pada kuartal ketiga tahun 2020 juga jauh di bawah angka pertumbuhan pada 2019, yang mencapai 5,49 persen," tutur-nya.

Oleh karena itu, Wapres berharap sektor perumahan dapat meningkat signifikan pertumbuhannya di 2021 sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemik. Mohar

 

 

BERITA TERKAIT

KPR Masih Menjadi Andalan Beli Rumah

NERACA Jakarta - Pandemi COVID-19 mengharuskan seluruh aktivitas masyarakat diselenggarakan dari rumah, baik bekerja, sekolah maupun kuliah, bahkan kegiatan sosial.…

Enam Program Kerja Ketua REI DKI Terpilih

NERACA Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perusahaan Realestate Indonesia (DPD REI) terpilih periode 2021-2024, Arvin Fibrianto mempersiapkan enam program…

Dukungan IMBA Bangkitkan Industri Properti Nasional

NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendukung Indonesia Mortgage Bankers Association (IMBA) untuk membangkitkan industri properti nasional dari…

BERITA LAINNYA DI Hunian

KPR Masih Menjadi Andalan Beli Rumah

NERACA Jakarta - Pandemi COVID-19 mengharuskan seluruh aktivitas masyarakat diselenggarakan dari rumah, baik bekerja, sekolah maupun kuliah, bahkan kegiatan sosial.…

Enam Program Kerja Ketua REI DKI Terpilih

NERACA Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perusahaan Realestate Indonesia (DPD REI) terpilih periode 2021-2024, Arvin Fibrianto mempersiapkan enam program…

Dukungan IMBA Bangkitkan Industri Properti Nasional

NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendukung Indonesia Mortgage Bankers Association (IMBA) untuk membangkitkan industri properti nasional dari…