Pandemi Covid Berlanjut - BEI Terus Optimalkan Edukasi Pasar Modal

NERACA

Solo – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah II terus mengoptimalkan edukasi terkait pasar modal kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum usai.”BEI akan terus berupaya meningkatkan edukasi melalui daring yang selama pandemi ini dinilai sangat efektif," kata Kepala BEI Kantor Perwakilan Jawa Tengah II, M Wira Adibrata di Solo, kemarin.

Terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, dikatakannya, tidak menjadi halangan untuk kegiatan edukasi. Bahkan, menurut dia dengan banyak orang yang menjalankan "work from home" (WFH) atau bekerja dari rumah justru memberikan banyak waktu untuk belajar bagaimana cara berinvestasi.”Meski sejauh ini belum ada target dari pusat, kami optimistis tahun ini bisa menjaring 8.000 investor baru khususnya di wilayah Jawa Tengah II yang meliputi Soloraya,”ujarnya.

Sebelumnya, setelah libur akhir tahun, aktivitas perdagangan saham di BEI untuk tahun 2021 telah dimulai. Pembukaan perdagangan saham perdana dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto. Pada kesempatan tersebut, Airlangga optimistis ketidakpastian pasar modal akibat pandemi selama 2020 akan berakhir. Bahkan, ia memperkirakan tingkat kepercayaan pelaku pasar akan pulih sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) akan terkerek hingga kisaran 6.800-7.000 pada akhir Desember 2021.

Dirinya juga meminta pelaku pasar untuk tetap optimistis karena pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan stimulus untuk memacu pertumbuhan ekonomi tahun 2021. Selain berbagai strategi mendorong pemulihan ekonomi, diperkirakannya pemberlakuan UU Cipta Kerja juga akan direspon positif oleh pasar saham.

Selain itu, dikatakannya, dimulainya program vaksinasi awal tahun ini akan memperkuat sentimen positif yang sudah terlihat sejak akhir tahun 2020. Sementara PT Mandiri Sekuritas menilai, tahun 2021 menjadi titik balik dari pemulihan ekonomi di Indonesia. Optimisme tersebut didorong oleh harapan ketersediaan vaksin Covid-19, peningkatan konsumsi masyarakat, serta reformasi birokrasi melalui implementasi Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law). Maka mempertimbangkan faktor tersebut, PT Mandiri Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di pasar modal bakal mencapai 6.850 di penghujung tahun 2021. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…