Terbitkan Obligasi Rp 583 Miliar - Ketrosden Tawarkan Kupon Hingga 7,25%

NERACA

Jakarta -Perkuat modal guna pengembangan bisnisnya, perusahaan kabel laut PT Ketrosden Triasmitra resmi menerbitkan obligasi senilai Rp583 miliar pada Senin (11/1) yang terbagi dalam dua seri. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, perusahaan menerbitkan Obligasi Ketrosden Triasmitra I Tahun 2020 sebanyak Rp583 miliar.

Obligasi tersebut terbagi dalam dua seri. Pertama seri A, jumlah pokok sebesar Rp415 miliar dan bunga tetap 6,8% per tahun dengan tanggal jatuh tempo pada 8 Januari 2024 serta tenor 3 tahun. Kedua seri B, jumlah pokok sebesar Rp168 miliar dan bunga tetap 7,25% per tahun. Jatuh tempo pada 8 Januari 2026 dengan tenor 5 tahun.

Tanggal pembayaran bunga pertama obligasi pada 8 April 2021. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ialah PT Indo Premier Sekuritas. Dimana wali amanat adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan hasil pemeringkatan dari Pefindo ialah AAA (triple A). Sementara itu, mengutip situs resmi perseroan, PT Ketrosden Triasmitra telah berhasil berinvestasi dan menerapkan lebih dari 6.000 km sistem kabel FO bawah laut dan darat sejak tahun 2012. Lebih dari 80% sistem kabel telah ditempati.

Sebelumnya, Ketrosden merencanakan penerbitan obligasi sebanyak-banyaknya Rp700 miliar. Kemudian sisa dari jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp132 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (Best Effort). Direktur Utama Triasmitra Group, Titus Dondi Patria mengungkapkan, Triasmitra memiliki 3 lini bisnis, yaitu pertama sebagai developer yang membangun jaringan kabel optik dan menjualnya ke operator telekomunikasi. Kedua, bisnis kontraktor yang membangun jaringan kabel optik milik pelanggan. Ketiga, bisnis manage service kabel optik milik pelanggan.

Selama 2020 ini, Titus menyebut lini bisnis pertama dan kedua Triasmitra terdampak pandemi Covid-19. Sebab, meskipun selama pandemi kebutuhan layanan telekomunikasi sangat tinggi, namun perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang menjadi pelanggan Triasmitra banyak yang menahan rencana investasi kabel optik karena pertimbangan daya beli masyarakat yang minim.'Sementara untuk bisnis manage service sudah kontrak jangka panjang, jadi revenue dari profil bisnis ini tidak terdampak sama sekali. Mudah-mudahan tahun depan setelah pandemi reda dan ekonomi sudah pulih, pelanggan kami bisa melanjutkan pembeliannya kembali," kata Titus.

 

BERITA TERKAIT

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…