Saham Adhi Karya Kembali Diperdagangkan

NERACA

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan membuka kembali penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mulai perdagangan sesi pertama Selasa (12/1)."Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 12 Januari 2021," tulis Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M. Panjaitan dan Kadiv. Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy dalam surat pada laman keterbukaan informasi BEI di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk dibuka kembali dengan menunjuk Pengumuman Bursa No: Peng-SPT-0001/BEI.WAS/01-2021 tanggal 6 Januari 2021, perihal Penghentian Sementara Perdagangan saham perseroan. Bursa menghimbau agar para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.

Sejak dibuka, saham ADHI terpantau ditutup melemah -0,83% atau turun -15 poin ke harga Rp1.780 per saham. Hingga jeda siang kemarin, saham ADHI terpantau bergerak dari batas atas di level 1.915 hingga batas bawah di level 1.760 dengan volume perdagangan sebesar 967.099 lot. Sebagai informasi, tahun ini emiten kontruksi pelat merah ini mengincar kenaikan nilai kontrak baru hingga 20% atau sekitar Rp25 triliun.

Dengan taksiran perolehan kontrak baru pada akhir 2020 senilai Rp20,58 triliun, kenaikan 20% itu akan menjadikan target kontrak baru perseroan tahun ini senilai Rp24,69 triliun. Direktur Utama Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson pernah bilang, target kontrak baru dipasang menyesuaikan dengan strategi perseroan yang ingin menyeimbangkan kontrak baru untuk konstruksi (feeding) dan pendapatan berulang (recurring) melalui proyek-proyek pemerintah, BUMN, properti, maupun investasi.“Ini kami juga ambil komposisi secara berimbang untuk menjaga keluwesan dari strategi pembiayaan kami khususnya karena memang tahun depan kami juga akan melakukan aksi-aksi korporasi,” kata Entus.

Hingga 12 Desember 2020, ADHI telah mengantongi kontrak baru senilai Rp18,4 triliun atau kenaikan 25,17% dibandingkan realisasi 2019 yang senilai Rp14,7 triliun.

 

BERITA TERKAIT

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…